Kab.Tasikmalaya, LINTAS PENA


Selama ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional terus mendirikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) satu atap di tiap daerah yang penduduknya memiliki angka partisipasi bersekolah relatif rendah.Penyelenggaraan program SD-SMP satu atap dilaksanakan untuk membantu siswa SD di daerah pelosok dan terpencil yang mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, karena tidak adanya SMP di daerah tersebut.
Salah satunya adalah SMPN Satu Atap 1 Karangjaya yang berdiri sejak tahun 2006 ini berlokasi di Desa Citalahab Kec.Karangjaya Kab.Tasikmalaya yang berbatasan dengan wilayah Kab. Ciamis. Pada saa ini, Kepala SMPN 1 Satu Atap Karangjaya dijabat oleh Drs. Bunyamin yang tugas kesehariannya dibantu oleh 3 guru PNS, 12 guru sukwan beserta TU.
“Kehadiran SMPN 1 Satu Atap Karangjaya memang menjadi tumpuan harapan bagi warga Kec. Karangjaya dan sekitarnya untuk menyekolahkan putra-putrinya,” ungkap Dede Herdianasalah seorang guru honorer, karena Drs. Bunyamin yang hendak diwawancarai kebetulan sedang melaksanakan tugas dinas di kabupaten.
Dede Herdiana menjelaskan, bahwa jumlah peserta didik di SMPN 1 Satu Atap Karangjaya sekarang tercatat sebanyak 85 siswa. Sedangkan sarana prasarana yang dimiliki sekolah ini cukup memadai dengan adanya ruang komputer, menjahit dan lab. IPS. Juga prestasi yang diraih pun cukup menggembiraan terutama untuk cabang olahraga volley ball.
“Setiap tahun, jumlah peserta didik di SMPN 1 Satu Atap Karangjaya terus meningkat, dan ini membuktikan minat warga untuk menyekolahkan putra putrinya cukup tinggi. Karena tujuan diselenggarakannya sekolah satu atap ini bertujuan untuk melaksanakan pemerataan program wajib belajar sembilan tahun yang diharapkan dapat dituntaskan,” paparnya. (DENI KOSWARA/REDI RAHMAT EFENDI)***