Ciamis, LINTAS PENA

Selama 40 tahun lebih, sekitar 145 hektar lahan sawah milik petani dari 3 desa seperti Desa Karangpaningal dan Desa Kertajaya Kec. Lakbok dan Desa Sukamulya Kec. Purwadadi, Kabupaten Ciamis menuntut kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk segera membangun sarana pengairan berupa irigasi sear talang beton.

“Karena kondisi lahan pesawahan milik kami merupakan sawah tadah hujan, maka kami mengharapkan pemerintah untuk membangun irigasi sear talang beton, agar dapat mengairi pesawahan milik para petani di tiga desa,” ujarWagiman, petani di Desa Karangpaningal kepada LINTAS PENA.

Karena termasuk lahan pesawahan tadah hujan, maka jika musim kemarau panjang, para petani dari 3 desa tersebut kelabakan akibat kesulitan air. Bahkan selama ini, para petani mengaku syukur adanya pemerintah desa khususnya Pemerintah Desa Karangpaningal dengan memberikan bantuan berupa mesin pompa air, meski mereka terpaksa harus dengan pelapis bata sebanyak 80 kg/ha.

“Sebenarnya, para petani merasa sangat terbantu dengan adanya pompanisasi sehingga dapat mengairi pesawahan mereka, meski harus membayar tiap kali panen dengan gabah kering sebanyak 80 kg/ha. Namun, kami merasa sangat terbebani dengan harus membayar tersebut, khususnya ketika kami mengalami gagal panen. Para petani harus membayar, karena pompanisasi itu harus membayar kepada pengelola dari pengusaha setempat, bukan dikelola oleh Pemdes Karangpaningal,” jelas Wagiman diamini petani lain.

Uhin S.IP selaku Kepala Desa Karangpaningal mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat petani di desanya, tetapi tidak bisa berbuat banyak. Karena pihak Pemdes Karangpaningal sudah melakukan berbagai upaya, termasuk mengajukan proposal bantuan pembangunan irigasi sear talang beton kepada pemerintah melalui Balai Besar Procit Ciwulan maupun pemerintah daerah. “Namun sampai saat ini, permohonan bantuan kepada pemerintah pusat dan daerah tidak mendapat respon. Padahal kebutuhan air sangat mendesak bagi para petani di tiga desa ini,”tuturnya.

Karena itu, lanjut Uhin, pihak Pemdes Karangpaningal berinisiatif memberikan bantuan pompanisasi yang dikelola pihak pengusaha di daerahnya, mengingat keterbatasan dana anggaran yang dimiliki desa untuk pengelolaan pompanisasi. Pemdes setempat memberikan 4 buah mesin pompa air dan pengelolaannya diserahkan kepada pengusaha setempat. Karena tidak ada dana pemeliharaan pompa air dan demi kelangsungan pengairan sawah milik warga, maka pengelola memungut bayaran berupa gabah kering sebanyak 80 kg/ha tiap kali panen.

“Kami memang sering menerima keluhan mengenai pemungutan hasil panen padi dari para petani untuk biaya pemeliharaan mesin pompa air itu. Kami pun tahu kondisi ekonomi masyarakat di Desa Karangpaningal dan desa lainnya merasa keberatan terhadap pemungutan tersebut. Namun apa hendak dikata, mesin pompa air itu membutuhkan dana, sedangkan anggaran dana di pemdes angat terbatas.”jelas Uhin.

Karena itulah, lanjut Uhin, pemerintah Desa Karangpaningal dan pemdes lain mengharapkan sekali bantuan dari pemerintah untuk terlaksananya pembangunan irigasi sear talang beton untuk mengairi sekitar 145 hektar lahan pesawahan milik warga petani. ”Semoga saja proposal permohonan bantuan kepada pemerintah pusat maupun daerah terealisasi,”katanya.

Sementara itu, Ir.Tarsuci selaku PPK Bidang Pengairan Balai Besar Procit Ciwulan mengaku sangat prihatin melihat keadaan masyarakat khususnya para petani di 3 desa tersebut, yang tidak bisa mengairi areal lahan pesawahannya. Namun pada sisi lain, Balai Besar Procit Ciwulan sekarang tidak menganggarkan proyek berbiaya kecil. Hal ini semestinya pihak birokrasi yang membidangi insfrastruktur pertanian Kab.Ciamis, misalnya Bagpro yang harus bertanggung jawab.

“Walaupun demikian, kami dari Balai Besar Procit Ciwulan tidak akan tinggal diam, justru mendorong masyarakat melalui koordinasi dengan pihak Bagpro Kab. Ciamis. Apalagi untuk anggaran tahun 2010, kami tak akan selesai merenovasi irigasi induk dan diharapkan bisa selesai secara keseluruhan pada tahun 2015. Kalau renovasi irigasi induk selesai, maka anggaran-anggaran kecil seperti pembuatan irigasi sear talang beton bisa terealisasikan,” jelas Ir. Tarsuci kepada LINTAS PENA pekan kemarin. (TOTO SUYANTO)***