Ciamis, LINTAS PENA

Kepala SMP Negeri 1 Tambaksari kini dipimpin oleh putra asli daerah, yakni Drs.Dede.Sukandidan sejak itu mengalami banyak kemajuan, sarana-prasarana maupun kualitas pendidikan di sekolah ini terus meningkat, meski lokasi sekolah ini berada di daerah pinggiran perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.

“Setelah dipimpin oleh putra asli daerah setempat, keberadaan SMPN 1 Tambaksari mengalami banyak kemajuan, baik sarana-prasarana maupun kualitas pendidikannya terus meningkat. Kami optimis, Drs. Dede Sukandi dapat membawa sekolah ini ke arah yang lebih maju dari sebelumnya.” ungkap Drs.Rosad, seorang tokoh pendidikan di Kec. Tambaksari.

Rosad mengatakan Disdik Ciamis menempatkan Drs. Dede Sukandi sudah tepat, sebagai Kepala SMP Negeri 1 Tambaksari, yang berdedikasi tinggi dalam memajukan dunia pendidikan di daerahnya.

Sementara itu, Dede Sukandi kepada LINTAS PENA mengaku, bahwa semua keberhasilan yang selama ini diraih oleh SMPN 1 Tambaksari dari adanya kerjasama yang berkesinambungan antara keluarga besar sekolah, orangtua siswa, Muspika Kec.Tambaksari dan seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap kemajuan pendidikan.

“Bagi saya yang hanya seorang PNS merupakan abdi negara yang harus selalu siap ditugaskan dimana saja dan harus bekerja secara professional dalam memajukan dunia pendidikan, terutama lembaga pendidikan yang saya pimpin. Karena saya dan guru lainnya punya tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas melalui lembaga pendidikan yakni sekolah.” tegas Dede.

Sukiman A M.Pd Waka Kurikulum SMP Negeri 1 Tambaksari menambahkan, bahwa SMP Negeri 1 Tambaksari punya warna tersendiri dari sekolah lain, misalnya, untuk bidang study pendidikan agama dijadikan nomer satu, disamping penegakkan kedisiplinan juga dianggap bagian terpenting dalam peningkatan mutu kualitas pendidikan. Karena satu dan yang lainnya saling berkaitan, misalnya pendidikan keagamaan berpengaruh besar sekali dalam moraliti siswa, apalagi banyaknya kasus disekolah lain dari asusila dan narkoba karena kurangnya penanaman pendidikan agama yang kuat disekolah tersebut.

“Dalam hal ini, misalnya siswa dibiasakan sebelum masuk kelas diwajibkan sembahyang duha dan tadarusan dari hari selasa sampai hari jum’at sesuai visi dan misi sekolah yaitu menciptakan siswa-siswi yang religius dan berahlakkul karimah, “tutur Sukiman A M.Pd

Namun, di bidang yang lainnya pun sama ditingkatkan, misalnya seni dan budaya yaitu degung dan karawitan menjadi andalan SMP Negeri 1 Tambaksari. Kemudian olahraga sama berprestasi SMP Negeri 1 Tambaksari dan bisang lainnya sesuai dengan kategori sekolah rintisan SSN (Sekolah Standart Nasional).

“Meskipun demikian kami merasa belum puas, karena dari sarana dan prasarana masih banyak kekurangan sesuai dengan peningkatan siswa baru tiap tahunnya, maka kami masih mengharapkan bantuan selanjutnya untuk rombel kelas dan laboratoium dan lainnya. Karena itu, mudah-mudahan pemerintah dapat segera memenuhi kekurangan terseut sesuai dengan cita-citakan sekolah unggulan masa depan, “ jelas Dede Sukandi dan Sukiman A di rauang kerjanya. (TOTO SUTANYO) ***