Banjar, LINTAS PENA

Kendati pendiriannya terbilang barudibandingkan sekolah lainnya,namun SMA Negeri 2 Kota Banjar telah mampu mencetak berbagai prestasi akademik maupun non akademik,tentunya hal itu tidak diraihnya secara serta merta, berkat pembinaan dan kerja keras pihak sekolah.

Hal itu pula yang menjadi salah satu daya tarik tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMA Negeri 2 Kota Banjar yang berlokasi di Kecamatan Langgengsari Kota Banjar, sejak dioperasikannya SMA Negeri 2 Kota Banjar di Langgengsari dari mulai kepala sekolah yang pertama hingga saat ini, jumlah siswa/siswi yang terus bertambah mencapai 588 siswa,dengan tenaga pengajar/pendidik 45 termasuk TU dan kepala sekolah.

Bahkan rasa kepedulian siswa berawal dari sentuhan pihak sekolah seperti halnya kondisi bencana Gunung Merapi dan musibah yang lainnya yang pada saat ini sedang melanda negeri kita tercinta, para siswa-siswi SMA Negeri 2 Kota Banjar ini mulai tersentuh hatinya disertai jiwa yang tulus hingga pada saat ini siswa/siswi tersebut berinisiatif untuk memberi bantuan antara siswa/siswi sekemampuan mereka masing-masing.

Rasa kepedulian tersebut yang dikomando oleh Ketua OSIS Ayu Lisnawati kelas II IPA2 yang didampingi Deden Suciana kelas II IPS 1 sudah mampu menentuk hati rekan-rekan sekolahnya dari kelas 10,11,sampai kelas 12 dari jumlah 18 kelas, mereka dapat menghimpun bantuan berupa makanan supermi dan pakaian yang layak pakai,ditambah uang tunai Rp.1,5 juta.

Bahkan dari pengurusan OSIS itu sendiri dapat menyumbangkan 2 dus supermi. Ayu Lisnawati Deden Suciana dapat menghimpun bantuan dari 18 kelas dan uang yang jumlahnya Rp.1,5 juta didapat dari infak yang setiap harinya siswa dapat menyisihkan uang jajnnya,hingga mencapai jutaan rupiah , niat yang baik dan tulus dimiliki para siswa SMA Negeri 2 Kota Banjar yang kepala sekolahnya Drs H.Tarsum,SPd. yang didampingi Wakil Kepala Sekolah yang tak mau tertera nama pada LINTAS PENA menjelaskan, kalau dilihat dari nilai bantuan tersebut tak seberapa, akan tetapi kalau dilihat dari kesabaran dan kesadaran dari siswa itu sendiri yang sangat bangga memiliki siswa/siswinya sudah mampu bekerja sama untuk kebaikan betapa bangga kami selaku pendidik tidak sia-sia dalam mengajar baik pendidikan moral atau spritual.

Sedangkan fasilitas sarana pendidikan ada 18 ruangan belajar, menurut WKSEK untuk ruangan sarana pendidikan belajar mengajar jelas masih kekurangan karena diperkirakan SMA Negeri 2 Banjar minimal memiliki ruangan belajar 27 karena melihat kondisi dalam setiap tahunnya siswa/siswi terus bertambah.

Hal senada dikatakan warga SMA Negeri 2 Kota Banjar ini layak untuk diacungi jempol, kepada guru pengajar yang sudah mampu, mengukir prestasi anak didiknya,hingga pada setiap tahunnya siswa/siswi terus bertambah.(JAJANG SP)***