Kota Tasik, LINTAS PENA

Kini SMA Negeri 2 Tasikmalaya genap berusia 43 tahun. Selama itu pula, sekolah lanjutan atas ini mengalami banyak kemajuan di bidang akademik maupun non-akademik hingga berstatus sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

“Kami senantiasa berupaya mewujudkan peningkatan mutu pendidikan yang memiliki visi dan misi unggul dalam prestasi, menghasilkan SDM berkualitas, menguasai Iptek dan mempertebal Imtaq, serta mampu hidup mandiri,” ungkap Drs. H. Syarif Hidayat MPd Kepala SMAN 2 Tasikmalaya melalui Wakasek Humas Drs. H.Tedi Setiadi M.Pd kepada LINTAS PENA.

Dalam rangka mewujudkan peningkatan dan pengembangan mutu sekolah/pendidikan tersebut, lanjut H. Syarif Hidayat, maka SMA Negeri 2 Tasikmalaya saat ini tengah mempersiapkan lima program kerja jangka pendek pada tahun ajaran 2010-2011.

H.Tedi Setiadi menambahkan, lima program kerja dan strategi jangka pendek pada tahun pelajaran 2010-2011 antara lain mempersiapkan siswa kelas XII menghadapi Ujian Nasional melalui bimbingan pemantapan (Bintap) untuk mata pelajaran yang diujian-nasionalkan dan diujiankan sekolah,mulai 8-14 Desember 2010. ”Seluruh guru harus membuat soal yang benar-benar berkualitas/bermutu sesuai tuntutan RSBI,” ujarnya.

Kedua, mulai 15-21 Desember 2010 yakni mempersiapkan perayaan HUT ke 43 SMAN 2 Tasikmalaya dengan menggelar olimpiade sains tingkat sekolah, perlombaan antar kelas di bidang olahraga dan seni yang melibatkan siswa, para guru dan staf TU, kemudian adakan tauziah yang rencananya akan mengundang KH. Gymnastiar alias Aa Gym, gerak jalan santai yang melibatkan seluruh keluarga besar SMAN 2 Tasikmalaya di komplek kampus serta pentas seni dan pameran hasil karya siswa akan digelar di Mayasari Plaza.

Ketiga, yakni implementasi Sister School dengan Indonesian School of Singapore, dan bahkan telah dilakukan MoU pada tanggal 8 Nopember 2010 yang lalu. Adapun bentuk kerjasamanya antara lain: Sharing curriculum, berbagi program pengembangan diri, serta berbagi produk keterampilan dan karya cipta siswa, bahkan akan melakukan pertukaran pelajar dan guru pada Maret 2011 setelah UN.

“Pada MoU tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan dalam upaya peningkatan mutu sekolah kedua belah pihak, berbagi kegiatan, sasaran dan strategi dalam rangka mendukung pelaksanaan SNP/KTSP di kedua belah pihak, serta menjalin hubungan komunikasi antar guru-guru dan siswa dan saling berbagi informasi mengenai perkembangan terutama di tingkat SMA.”papar Wakasek Humas.

Keempat, yakni program penyelesaian gedung serbaguna yang baru selesai sekitar 50 persen dari anggaran biaya diperkirakan mencapai Rp.1,5 milyar. ”Karena baru selesai 50%, maka kami berharap adanya perhatian maupun bantuan dana dari para alumni dan terutama dari pemerintah,” jelas Drs.H.Tedi Setiadi,M.Pd.

Dan terakhir, SMAN 2 Tasikmalaya kini tengah melaksanakan program untuk memperoleh sertifikat system manajemen mutu ISO untuk bidang Kurikulum, Kesiswaan, Humas, Sarana-prasarana dan Ketatausahaan “Dengan adanya standar mutu ISO: 9001-2008 misalnya, maka diharapkan bahwa sekolah kami dapat memberikan kepuasan bagi pelanggannya, terutama kepada siswa dan orangtua siswa.” tutur Drs. Syarif Hidayat MPd. (REDI MULYADI/RATNA SARI DEWI)***