Kota Tasik, LINTAS PENA

Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Drs. Deri Daswara MM menjelaskan, bahwa dari 6.899 jumlah guru yang ada di Kota Tasikmalaya ternyata baru tercatat sekitar 4.997 orang yang sudah menjadi anggota PGRI. Sedangkan sisanya, sebanyak 1.902 guru belum tercatat sebagai anggota PGRI. Data tersebut diperoleh dari database yang ada di Kota Tasikmalaya hingga awal bulan Desember 2010.

“Ini artinya, sekitar 28 persen guru yang ada di Kota Tasikmalaya belum menjadi anggota PGRI, dan mereka rata-rata adalah guru madrasah,”ujar Deri Daswara kepada LINTAS PENA.

Deri menambahkan, dari jumlah anggota PGRI Kota Tasikmalaya, baru sekitar 3.025 anggota PGRI telah tercatat di PGRI Pusat.Untuk menjadi anggota PGRI, setiap tenaga pendidik (guru) bisa mendaftarkan diri melalui PGRI Ranting yang berada di berbagai daerah. Setelah terdaftar di PGRI ranting ,selanjutnya akan didaftarkeun secara beruntung ke PGRI cabang, PGRI provinsi dan PGRI Pusat

PGRI sebagai organisasi profesi yang kini genap berusia 65 tahun, tentu saja bertanggung jawab dalam memperjuangkan ‘nasib’ hak-hak anggotanya, termasuk dalam memperjuangkan masalah kesejahteraan, keadilan dan lainnya.Bahkan yang menggembirakan, salah satu hasil dari perjuangan PGRI adalah disahkannya UU RI No.14 tentang guru dan dosen beserta peraturan pemerintahnya. “Juga memperjuangkan anggaran pendidikan minimal 20 persen dalam APBN serta APBD, dan lainnya.” tuturnya.

Karena itu, lanjut Deri Daswara, pihaknya menargetkan agar seluruh tenaga pendidik (guru) yang bertugas di Kota Tasikmalaya bisa bergabung menjadi anggota PGRI dan pihaknya kini tengah gencar melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah. (REDI MULYADI)***