Kab. Ciamis, LINTAS PENA

Dalam upaya meningkatkan/memperluas kesempatan berusaha bagi masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan produktif, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan tersebut yakni melalui “Program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban di Jawa Barat melalui Bantuan Keuangan untuk Peningkatan Perekonomian Desa melalui BUMDes” dan kucuran bantuan dananya sebesar Rp.1 miliar. Nah, salah satunya adalah Desa Mandalare menjadi desa peradaban di Kec. Panjalu.

“Alhamdulillah, desa kami menjadi Desa Peradaban di Panjalu setelah melalui proses penilaian yang cukup ketat untuk memperoleh kucuran bantuan pada program tersebut,” ungkap Amas, Kepala Desa Mandalare yang didampingi Ketua BPD KH Abdurahman kepada LINTAS PENA.

Karena itu tak mengherankan, bila warga Desa Mandalare melalui ormas gabungan (LPM, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama), RT dan RW seluruh Kec. Panjalu pada saat ini tengah giat membangun desa ke arah yang lebih maju. Dalam hal ini, pembangunan yang tengah digarap seperti pembangunan gedung olahraga, pembangunan pasar kios desa dan lainnya secara leluasa.

Selain pembangunan sarana fisik, Amas mengatakan, untuk lebih memaksimalkan bantuan tersebut terutama bidang penguatan ekonomi di tingkat desa, pihaknya telah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang merupakan salah satu kelembagaan ekonomi yang dikelola sepenuhnya oleh masyarakat desa, selanjutnya BUMDes membentuk unit-unit usaha yang dikelola secara professional. BUMDes minimal memiliki 2 unit usaha yakni simpan pinjam dan ekonomi produktif.

“Kami berharap, Desa Mandalare yang memperoleh bantuan dana dari pemerintah dalam Program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban di Jawa Barat melalui Bantuan Keuangan untuk Peningkatan Perekonomian Desa menjadi percontohan bagi desa lain di Kab. Ciamis,” paparnya. (HUSEN)***