Ciamis, LINTAS PENA

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Daarul Huda menjadi andalan kelompok tani dan petani dalam memacu sektor pembangunan pertanian di Kampung Parungsari Desa Rawa Kec. Lumbung Kab. Ciamis, terutama dengan adanya rencana tindak lanjut melalui kegiatan GEMAR.

“Adapun kegiatan GEMAR yang kami lakukan antara lain meliputi integrasi peran dan regulasi sektor dalam mendorong kegiatan usaha yang berdaya saing, pro lingkungan dan pro kemiskinan; peningkatan daya beli masyarakat; tersedianya lapangan kerja di perdesaab setiap waktu; peningkatan kualitas dnan produktivitas sumberdaya manusia (SDM); pembentukan nilai tambah bagi wirausaha di perdesaan, serta terwujudnya siklus usaha yang terintegrasi antar dan lintas sektor’” ujar Aj. Dadeng, Ketua Gapoktan Daarul Huda kepada LINTAS PENA.

Dadeng mengakui, permasalahan dan upaya pemecahan masalah yang dihadapi Gapoktan pimpinannya antara lain kompetensi SDM di perdesaan yang rendah, aksesibilitasi terbatas karena minimnya sarana-prasarana, fluktuasi harga sarana produksi dan harga produk, intensitas serangan hama dan penyakit yang tinggi dengan siklus yang tidak pernah terputus dan lainnya.

“Dengan adanya kegiatan GEMAR tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang selama ini kami hadapi,”ujarnya.

Selanjutnya dia menjelaskan, bahwa bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diterima bulan April 2010 sebesar Rp.863.823.000 dengan juknis dalam RDKK yakni Peternakan berupa 1 ekor sapi potong untuk 6 orang sebesarRp.86.786.000, aya ras untuk 18 orang sebesar Rp.262.350.000, kambing untuk 9 orang sebesar Rp.66.950.000 dan domba untuk 5 orang sebesar Rp.91.450.000.Sedangkan pada perikanan yakni budidaya ikan gurame untuk 19 orang sebesar Rp.229.875.000. Sementara perdagangan untuk 65 orang dengan perincian; umum sebesar Rp.63.157.000, saprotan Rp.31.650.000 dan sapronak Rp.31,605.000.

Keterangan yang diperoleh dari para pengurus Gapoktan Daarul Huda, bahwa saat ini tidak ada hambatan, bahkan dari jumlah bantuan sebesar Rp.863.823.000 mulai dari bulan April sampai Nopember sudah menjadi Rp.1,1 milyar. (HUSEN)***