Kab.Ciamis, LINTAS PENA

Keberadaan Asosiasi Pembantu Penghulu (APP) ternyata cukup eksis di Kab.Ciamis dan mendapat respon positif. APP itu sendiri merupakan suatu wadah yang dapat menampung aspirasi dan mempererat tali silaturahmi di antara sesama pembantu penghulu atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan sebutan Amil. Pada saat ini, Ketua APP Kab.Ciamis dijabat oleh E.Nurul Huda yang peduli terhadap kemajuan organisasi dan kesejahteraan anggotanya.

“Dengan adanya APP ini, maka diharapkan dapat menciptakan pemerintah yang bersih, berwibawa dan berakhlak mulia, khususnya di Kementerian Agama (Kemenag) yang perlu didukung oleh sumber daya manusia yang juga beriman dan bertakwa disertai dengan kesejahteraan yang memadai bagi para pelaksana di bidang agama terutama pelaksanaan di bidang pernikahan yakni Pembantu Penghulu,”ungkap E.Nurul Huda kepada LINTAS PENA.

E.Nurul Huda menjelaskan, bahwa APP Kab. Ciamis yang kini dipimpinnya mengemban visi “Terciptanya masyarakat yang bersih dan berakhlak mulia” dengan misi antara lain: berlomba-lomba dalam kebaikan, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran, meningkatkan pelayanan dan pendidikan agama di masyarakat, juga berupaya meningkatkan kualitas para Pembantu Penghulu (amil) dan menempatkan pada proporsinya serta memberikan perlindungan hokum dan kesejahteraannya.

“Kami akui, bahwa para Pembantu Penghulu yang merupakan ujung tombak kantor Kementerian Agama di bidang pelaksanaan pencatatan nikah seringkali dihadapkan dalam suatu polemic aturan hukum, agama, adat istiadat, social dan budaya, yang pada akhirnya akan dihadapkan dengan sanksi hukum. ”katanya seraya menyebutkan bahwa anggota APP Kab.Ciamis saat ini sebanyak 460 orang pembantu penghulu.

Selain itu, lanjut E.Nurul Huda, para Pembantu Penghulu dalam melaksanakan tugasnya yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan adat kebiasaan lain yang berhubungan erat dengan masalah agama.”Juga mempunyai kewajiban mengatur/mengurus kepentingan masyarakat setempat dalam keagamaan yang mana dalam pelaksanaannya tidak mengenal batas waktu dan cuaca, di samping harus melaksanakan tugas-tugas pemerintah dalam program keagamaan,”tuturnya

Karena itu tak berlebihan, bila para Pembantu Penghulu yang menjadi ujung tombak dalam bidang keagamaan di desa, memang sudah selayaknya mendapat perhatian dan perlakuan yang sama dengan bagian-bagian atau instansi pemerintah lainnya yang ada di daerah maupun pusat. Namun selama ini, para Pembantu Penghulu belum mendapatkan perhatian dan perlakuan yang layak sesuai dengan beban tugas yang diembannya.

“Buktinya, sampai saat ini dengan tidak masuknya status kepegawaian atau calon pegawai ke dalam system kepegawaian nasional, sehingga tidak adanya penghargaan dari pemerintah cq Kementerian Agama kepada para Pembantu Penghulu yang definitive atau setelah purnabakti.” jelasnya.

Pada intinya, keberadaan wadah APP kab. Ciamis berfungsi sebagai wahana komunikasi antar Pembantu Penghulu dengan para pejabat pengambil keputusan, yang pada akhirnya dapat berfungsi sebagai penyalur aspirasi dalam memperjuangkan kesejahteraan maupun hak-hak mereka, juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memperkokoh rasa persatuan se-nasib sepenanggungan para Pembantu Penghulu (amil) se-Kab.Ciamis. (TOTO SUYANTO/REDI.M)***