Kab.Tasikmalaya, LINTAS PENA

Ada kebanggaan tersendiri bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Tasikmalaya terutama yang membidangi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) atau Pendidikan Non-Formal Informal (PNFI), karena keikutsertaannya PKBM Al Hidayah Bantarkalong pimpinan Drs.Gaosul Alam MPd dalam pameran pada peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 45 Tingkat Jawa Barat yang berlangsung di Kab. Cianjur beberapa waktu lalu.

“Pada pameran HAI itu, kami menampilkan berbagai keberhasilan program kerja PKBM Al Hidayah yang dilakukan selama ini, terutama program pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C, hasil karya para peserta didik dari mulai A-Z dan lainnya,” ujar Gaosul Alam kepada LINTAS PENA.

Puncak Peringatan HAI ke-45 Tingkat Jawa Barat tahun 2010 yang dipusatkan di Kabupaten Cianjur itu berlangsung cukup meriah. Acara yang mengambil tema “Tingkatkan Keberaksaraan untuk membangun Keadaban dan Karakter Bangsa” berlangsung di lapangan Brimob Cipanas, dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat,H.Dede Yusuf, Direktur Diknas Ditjen PNFI Kementrian Diknas, Ella Yulaelawati, MA, Phd, Duta Aksara Nasional, H.Nurul Komar, Kepala Dinas Pendidikan propinsi Jawa Barat, Prof.DR.H.Jarkasih Wachyudin, Bupati Cianjur, Drs.H.Tjetjep Muchtar Soleh.MM, para Bupati/Wali Kota se-Jabar, Ketua DPRD Cianjur dan anggota, unsur Mispida,para Kepala OPD serta sejumlah undangan lainnya.

“Hal yang menggembirakan, karena stan PKBM Al Hidayah Bantarkalong yang dirancang sedemikian rupa itu sempat menarik perhatian Pak Wagub Jabar hingga mengunjungi, dan sempat berdialog dengan kami,”jelas Drs.Gaosul Alam MPd

Sementara itu, Direktur Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal Kemendiknas, Ella Yulaelawati menjelaskan, bahwa saat ini satu dari delapan penduduk dunia masih buta aksara. Jumlah keseluruhan buta aksara di seluruh dunia mencapai 796 juta orang, dan 8,7 juta di antaranya ada di Indonesia. “Untuk memberatas buta aksara, memerlukan peran semua elemen masyarakat. Ini harus diwujudkan dalam bentuk komitmen untuk memajukan masyarakat yang termarjinalkan dalam pendidikan, “ katanya.

Sedangkan Wagub Jabar H.Dede Yusuf Effendi dalam sambutannya mengatakan, Hari Aksara Internasional (HAI) ke-45 merupakan momentum dan penguat tekad serta komitmen bersama dalam upaya pemberantasan buta aksara dalam rangka memajukan kualitas pendidikan di Jabar secara keseluruhan. Wagub menjelaskan beberapa tahun lalu, tingkat buta aksara di Jabar berada di kisaran 500 ribu orang. Namun, berkat upaya dari beberapa pihak, jumlahnya menurun menjadi sekitar 300.000 orang dari 43 juta rakyat Jabar. “Jumlah tersebut mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 500 ribu orang, “ katanya.

Pemprov Jabar beserta Dinas Pendidikan, lanjut Wagub, terus berupaya menurunkan angka buta hurup. Kemudian berupaya keras memperpanjang usia lanjut sekolah di Jabar sehingga menjadi provinsi yang melek hurup. “Jabar telah membuat program bebas putus jenjang sekolah yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas serta memberantas buta aksara, “ ujarnya.

(REDI MULYADI/RATNA SARI DEWI)***