Ciamis, LINTAS PENA
Keprihatinan Pemerintah Desa Sukamulya sangat mendasar, pasalnya saluran sekunder Paniisan dan bantaran dua Cibeet sudah lama mengalami pendangkalan. Selama ini, Pemkab Ciamis maupun pemerintah pusat seolah menutup mata terhadap pendangkalan saluran tersebut yang sangat merugikan petani Desa Sukamulya yang berada di sawah teknis juga kekurangan air, termasuk petani pemilik sawah tadah hujan.
“Karena itu, warga dan para petani di Desa Sukamulya menuntut kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengerukan terhadap pendangkalan di saluran sekunder Paniisan dan bantaran dua Cibeet,”ungkap Sekdes Sukamulya.
Sekdes menjelaskan, meski sebelumnya Pemerintah Desa Sukamulya sudah sedikit terobati dengan sawah teknis yang luas 30 ha tinggal sisanya 520 ha lagi dari sawah teknis dan non teknis mencapai 550 ha dan rencana desa yang tadinya sangat optimisme merencanakan secara bertahap sawah yang non teknis akan diusahan menjadi sawah teknis, dengan adanya sawah teknispun kekurangan air sekarang kendala air ke sawah teknis yang 30 ha.
“Selama ini, Pemerintah Desa Sukamulya sangat malu terhadap masyarakat petani juga imbasnya pun kepada PAD Desa Sukamulya pun sangat menurun sekali, termasuk kepada masyarakat wajib pajak juga menurun. Karena itu, kami sangat kesulitan dalam penagihan pajak tersebut dan terus menerus pihak Pemerintahan Desa selalu harus menutupi utang wajib pajak masyarakat Desa Sukamulya ke pihak orang ketiga entah kepada pejabat desa maupun ke para pamong desa itu sendiri untuk menutupi tunggakan utang kepada instansi terkait,” jelasnya.
Dengan demikian, Pemerintah Desa Sukamulya tetap berharap kepadaPemerintah Daerah maupun Pusat agar secepatnya merealisasikan pengerukan imfrastruktur pertanian di desa kami, agar proses pembangunan dapat berjalan lancar sesuai harapan masyarakat,” tuturnya.. (TOTO SUYANTO)***