Karakter, Akhlak dan Budi Pekerti Perlu Ditanamkan Pada Siswa

Banjar, LINTAS PENA

Kapolresta Banjar AKBP Tedi Hermansyah, SIK didampingi Kadisdik Kota Banjar Ade Setiana melakukan kunjungan ke STM BP dan SMKN 2 Banjar memberikan pengarahan kepada para siswa sekolah kejuruan tersebut seputar peembinaan karakter, akhlak dan budi pekerti yang harus ditanamkan di lingkungan lembaga pendidikan.

“Pembinaan karekter, akhlak dan budi pekerti memang harus selalu ditanamkan kepada para pelajar di lingkungan lembaga pendidikan yakni sekolah.” ungkap AKBP Tedi Hermansyah SIK ketika berkunjung ke SMKN 2 Banjar.

Kapolresta menjelaskan, bahwa kunjungannya ke sekolah-sekolah merupakan wujud nyata kepedulian POLRI, khususnya Polresta Banjar terhadap pelajar di Kota Banjar sesuai dengan misi menjaga Kamtimbas supaya tetap terpelihara dengan baik, di samping upaya meredam aksi tawuran antar sekolah yang disinyalir karena karakter dan budi pekerti maupun akhlak belu tertanam di hati para siswa.

“Selama ini, yang tertanam pada diri siswa hanya kesetiakawanan saja dan juga disalahartikan untuk tawuran. Padahal, jika kesetiakawanan/kebersamaan antar siswa itu dipergunakan secara positif, Insyaallah akan banyak manfaatnya bagi diri sendiri maupun orang lain.” jelas Kapolresta Banjar.

Namun sebaliknya, lanjut AKBP Tedi Hermansyah SIK, kalau kesetiakawanan dan kebersamaan untuk mencederai atau merusak milik orang lain maka namanya sudah kriminal, sehingga sudah melanggar rambu-rambu hukum. Bila itu terjadi siswa terkena dengan permasalahan hukum sehingga akan merugikan diri sendiri, karena penegakan pilih bulu siapapun yang terkena hukum otomatis catatan hukum di kepolisian tercatat merah, serta merugikan orangtua.

Sementara itu, Kadisdik Kota Banjar Ade Setiana sangat sependapat dengan Kapolresta Banjar sekarang dengan adanya dukungan dan mendorong secara moril dari pihak Kepolisian apalagi dengan datang langsung ke sekolah untuk memberikan ceramah merupakan pembinaan kepada siswa SMK Negeri 2 Banjar supaya dimengerti tentang budi pekerti dan akhlak sebagai dasar kekuatan jiwa siswa untuk bisa lebih dalam pengendalian diri demi proses penuntutan ilmu. “Karena siswa dibentuk oleh sekolah untuk menjadi sumber daya manusia yang cerdas dan terampil juga berbudaya akhlakul karimah yang bisa membawa diri dan bisa menghargai orang lain sekaligus selalu bisa memupuk kejujuran yang bisa membawa diri dan bisa menghargai orang lain sekaligus selalu bisa memupuk kejujuran diri sendiri,” jelas Ade Setiana.

Sedangkan di tempat lain, H. Rahwan/Wabil salah seorang pejabat RSUD Kota Banjar yang dinilai berjasa dan peduli terhadap SMK Negeri 2 Banjar menjelaskan, bahwa SMKN 2 Banjar sekarang sudah menjadi sekolah unggulan dan mampu bersaing dengan sekolah yang setingkatnya, maka yang sangat membanggakan sekolah kejuruan ini sudah mendapatkan peringkat 8 besar Jawa Barat. “Hal itu bukan saja menjadi kebanggaan keluarga besar SMKN 2 Banjar saja, tetapi juga menjadi kebanggaan Dinas Pendidikan Kota Banjar. Pasalnya, kalau melihat dari berangkatnya SMKN 2 Banjar dibilang baru berdiri, namun dalam kualitas mutu pendidikannya bisa dibanggakan dan patut menjadi suri tauladan oleh sekolah lain setingkatnya di Kota Banjar,” ungkapnya (TOTO SUYANTO)***