Kota Tasikmalaya, LINTAS PENA

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, juga prestasi dalam bidang ekstrakulikuler sesuai dengan potensi yang ada sebagaimana diharapkan masyarakat dan perkembangan jaman, SDN Sindanggalih di lingkungan UPTD Pendidikan Tawang berusaha membina dan mempererat hubungan antara pendidik dan orangtua murid.

“Waktu untuk mendidik murid di sekolah sangat terbatas, oleh karena itu diharapkan para orangtua bisa bersama-sama melaksanakan pembinaan di dalam keluarga, termasuk di lingkungan masyarakat. ”Bambang Hermana, SPd, MPd, PLT Kepala SDN Sindanggalih kepada LINTAS PENA di ruang kerjanya.

Bambang Hermana, SPd, MPd selanjutnya mengatakan, misi sekolah saat ini diataranya menyelenggarakan program pendidikan yang berakar pada sistem nilai, adat istiadat, agama, dan budaya masyarakat dengan tetap mengikuti dunia luar agar harapan untuk mencetak insan yang takwa, terampil, cerdas, dan berkarya bisa terlaksana.

Jumlah siswa SD Negeri Sindanggalih pada tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 632 murid, kelas 1 ada 3 kelas, kelas 2 ada 3 kelas, kelas 3 ada 3 kelas, kelas 4 ada 2 kelas, kelas 5 ada 3 kelas, dan kelas 6 ada 3 kelas. Sarana yang ada, ruangan tempat belajar ada 12 lokal, yang 2 lokal harus sudah direhab karena sudah rusak berat.

“Untuk kelancaran dalam melaksanakan tugas di bidang pendidikan yang paling mendasar pada saat ini adalah penambahan ruangan, sebab pada saat ini 3 kelas masih menumpang di ruangan madrasah milik masyarakat, belum punya ruangan khusus untuk laboratorium bahasa, komputer, dan yang lainnya, “ tegas Bambang Hermana, SPd, MPd.

Sementara itu, prestasi akademik dan non-akademik di SD Negeri Sindanggalih cukup menggembirakan seperti lomba IPS, olimpiade matematika, kawih/ pupuh, lomba puisi, di tingkat kecamatan selalu menjadi juara, di tingkat Kota Tasikmalaya pernah juara 2 lomba matematika dan juara 3 Futsal, sedangkan di tingkat provinsi pernah jadi juara 3 paduan suara.

Hubungan kerjasama dengan komite sekolah difokuskan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, menggali potensi orangtua siswa, pemanfaatan objek kontekstual lingkungan belajar secara efektif untuk kebutuhan optimalisasi potensi peserta didik agar berkembang secara normal. Sedangkan hubungan kerjasama dengan instansi terkait di tingkat kecamatan dan kota adalah mengadakan koordinasi dalam rangka mensukseskan Program WAJAR Dikdas 9 tahun. (U. WACHYU)***