Kab.Tasikmalaya, LINTAS PENA

Selama ini, banyak Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang hanya papan namanya saja terpasang, tidak ada aktivitas. Namun lain halnya dengan PKBM Al Hidayah di Jl.Raya Selatan (Cijaha) Kec.Bantarkalong Kab.Tasikmalaya, yang diresmikan Gubernur Jawa Barat pada Hari Aksara Nasional tahun 2000 itu, tiap hari selalu ramai oleh berbagai aktivitas.

“Alhamdulillah, suasana di markas PKBM AL Hidayah tak pernah sepi karena kami tak hanya menyelenggarakan program belajar Paket B dan Paket C saja, tapi juga menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat pada satuan Pendidikan Non-Formal lainnya seperti Pokja Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan keaksaraan, kursus dan kecakapan hidup, pendidikan kesetaraan gender (majlis taklim), pengembangan Budaya Baca melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta melakukan berbagai pengabdian dan pendampingan proses belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat,” ujar Gaosul Alam, Ketua PKBM Al Hidayah panjang lebar.

Bahkan, PKBM Al Hidayah ini dikenal sebagai penyelenggara program belajar kesetaraan Paket C yang dinilai berhasil. Karena lulusannya yang lebih 900 orang itu , ternyata banyak yang melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi sepeti diterima di Unpad, UGM dan lainnya. Ketika LINTAS PENA berkunjung pun, ada lulusan Paket C seperti Wilah Hermawati mahasiswa STIKES Mitra Kencana dan Soni Wahyu Mulyana yang kuliah di akademi pelayaran Pertamina Maritime Training Center. Selain itu, banyak pula lulusan Paket C dari PKBM Al Hidayah yang menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di berbagai daerah.

“Saya bersyukur, meski mengantongi ijazah Paket C dari PKBM Al Hidayah, tetapi bisa melanjutkan ke akademi pelayaran Pertamina Maritime Training Center.Saya sangat berterima kasih ke Pak Gaosul Alam dan para tutor yang telah membimbing,” ujar Soni Wahyu Mulyana.

Gaosul Alam mengatakan, bahwa PKBM Al Hidayah yang dipimpinnya memiliki visi: upaya mewujudkan pendidikan kesetaraan yang mampu mendorong Warga Belajar (istilah bagi peserta didik di PKBM) memiliki kecakapan hidup sesuai dengan bakat, minat dan potensi yang dimilikinya. Sedangkan misinya adalah menyelenggarakan pendidikan kesetaraan Paket B dab Paket C yang bermutu, berkualitas dan berdaya saing.

Adapun tujuan didirikan PKBM Al Hidayah yang berada dibawah naungan Yayasan Jabal Rohmat ini, yakni ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat mengikuti pendidikan kesetaraan untuk meningkatkat pengetahuan, sikap dan keterampilan agar memiliki pengetahuan yang setara dengan SLTP dan SLTA. Sementara tujuan khusus yaitu membantu warga belajar dalam upaya meningkatkan bakat, minat dan potensi dirinya dalam upaya memiliki kecakapan hidup, dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.

“Khusus bagi peserta didik atau Warga Belajar yang memiliki kemampuan akademik, kami mengharapkan mereka dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, karena lulusan Paket C dari PKBM bisa diterima di perguruan tinggi negeri. Sedangkan bagi mereka yang memiliki bakat, minat dan potensinya pada vokasional memiliki kompetensi kecakapan hidup, diharapkan dapat bekerja secara mandiri dan belajar sepanjang hayat,” tutur Gaosul Alam.

Dia mengakui, bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci penting terhadap keberhasilan suatu program yang dilaksanakan. PKBM sebagai agen perubahan merupakan pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan tersebut ditandai oleh kegiatan PKBM yang sepenuhnya diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM.

Karena itu, PKBM Al Hidayah Bantarkalong dalam ‘kiprah’ aktivitasnya memang perlu mendapat perhatian dab bantuan dari pihak pemerintah. Karena pengalaman selama ini menunjukkan, bahwa keberhasilan pelaksanaan program sangat dipengaruhi oleh tingkat pelayanan, kreativitas, inovasi dan keluwesan dalam menjalin komunikasi tiga arah ; antara masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah. (REDI MULYADI/RATNA SARI DEWI)***