Berorientasi Pada Mutu dan Raih Sertifikat ISO 9001:2008 dari TUV Jerman

Kab.Tasikmalaya, LINTAS PENA

Walaupun letaknya berada di Kabupaten Tasikmalaya bagian selatan, tetapi kehadiran Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Bantarkalong ternyata mendapat respon positif dari masyarakat, dengan menyakolahkan putra-putrinya. Buktinya, kalau awal berdiri tahun 2003 dengan jumlah 60 siswa menempati 2 ruang kelas, kini pada tahun tahun pelajaran 2010/2011 jumlahnya mencapai 950 siswa yang menempati 27 ruang kelas yang permanen dengan fasilitas praktek yang lengkap. Juga staf pendidiknya 71 orang yang memiliki kecakapan di bidang keahlian masing-masing. 

 

“Karena sebagai perintis, maka saya mengetahui secara pasti keadaan jumlah murid yang semula hanya 60 siswa dengan sarana-prasarana terbatas, dan kini jumlahnya membludak hingga mencapai 950 siswa. Artinya, ada kepercayaan dari masyarakat di Tasikmalaya Selatan untuk menyekolah putra-putrinya ke sekolah kami,”ungkap Drs. H. Endang Dahyar, MPd selaku Kepala SMKN Bantarkalong kepada LINTAS PENA saat ditemui di ruang kerjanya.

Apalagi setelah SMKN Bantarkalong yang merupakan Sekolah Standar Nasional (SSN) di Kab.Tasikmalaya menuju status RSBI dan sebagai ICT Center ini, berhasil meraih Sertifikat ISO 9001:2008 dari lembaga ‘penjaminan mutu’ sertifikasi PT. TUV International Indonesia yang merupakan perwakilan dari TUV Rheinland Jerman pada 12 Februari 2010 yang lalu. Alasannya, karena dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMKN Bantarkalong menerapkan sistem manajemen mutu, yakni senantiasa berorientasi pada mutu.

“Selama ini, kami selalu berusaha untuk menerapkan sistem manajemen mutu atau berorientasi pada mutu dalam pelaksanaan KBM. Kami mengakui, bahwa keberhasilan dapat dicapai dengan jalan menerapkan dan memelihara system manajemen yang dirancang untuk selalu memperbaiki kinerja serta responsive menanggapi kebutuhan semua pihak yang berkepentingan, terutama masyarakat luas yang menyekolahkan putra-putrinya di SMKN Bantarkalong dan dunia kerja,”.

Dengan kondisi ini, lanjut H. Endang Dahyar, SMKN Bantarkalong yang dipimpinnya sejak awal berdiri harus melakukan akselerasi sebagai sekolah besar yang selalu berorientasi pada mutu, hingga tercetuslah untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu 9001:2000 yang kini telah disesuaikan menjadi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008.

Dia mengaku, dengan diraihnya sertifikat ISO 9001:2008 dari TUV Rheinland Jerman itu merupakan amanah dan pekerjaan yang tidak mudah untuk dipertahankan dan dijalankan. ”Sebab, jika kita tidak bisa meningkatkan Sistem Manajemen Mutu atau mempertahankannya, maka sertifikat ISO 9001:2008 bisa dicabut oleh lembaga sertifikasi TUV Rheinland Jerman itu.” jelas Drs. H. Endang Dahyar MPd.

Dalam upaya menunjang KBM yang berorientasi mutu tersebut, maka SMKN Bantarkalong kini memiliki 4 program keahlian yang diandalkan yakni Teknik Komputer & Jaringan, Teknik Mekanik Otomotof, Teknik Elektronika Industri dan Farmasi, dengan staf pendidik yang professional bidangnya masing-masing.

“Dengan adanya kepercayaan dari masyarakat dan dukungan semua pihak termasuk dari Dinas Pendidikan Kab.Tasikmalaya, maka diraihnya sertifikat ISO 9001:2008 diharapkan SMKN Bantarkalong akan terus maju demi kemajuan dunia pendidikan untuk mencetak lulusan yang bermutu, yakni tenaga kerja yang terdidik, tenaga kerja yang professional dan siap pakai untuk dunia usaha/ dunia industry,” papar Drs. H. Endang Dahyar mengakhiri obrolan. (REDI MULYADI/ RATNA SARI DEWI)***