R. THOMAS Kurnia, SPd nama lengkapnya dan selama ini dikenal berprofesi sebagai guru di SMPN 2 Panumbangan. Uniknya, meski dia sebagai guru bidang studi Bahasa Indonesia, tetapi kepeduliannya terhadap seni budaya tradisional Sunda cukup tinggi.

Betapa tidak! Karena sudah sejak lama, dia berkecimpung di dunia kesenian dan seni budaya Sunda melalui Sanggar Seni “Giri Budaya Mekar” yang dipimpinnya.

Bahkan, menurut Deden panggilan akrabnya, sudah sejak kecil dia mendalami seni budaya Sunda dan mendirikan Sanggar Seni Giri Budaya Mekar pada tahun 1989. “Saya ingin turut melestarikan seni budaya tradisional khas Sunda,”tuturnya.

Bukan hanya itu, ternyata Pak Guru ini piawai memainkan tokoh-tokoh wayang golek, dan bahkan dia pun sering manggung. R.Thomas Kurnia memang dikenal pula sebagai dalang cukup kondang di Ciamis. Kepiawaiannya sebagai dalang itu dibuktikan ketika manggung di acara HUT Ke 105 Pesantren Suryalaya bersama dalang terkenal Asep Sunandar Sunarya dan 4 dalang lainnya dalam satu panggung.

“Kebetulan sekali, kalau Kang Asep Sunandar Sunarya itu selain idola saya, juga guru saya dalam mendalang,” kata Deden yang mengaku keahliannya di bidang seni budaya dan dalang wayang golek secara otodidak.

Dia mengaku, bahwa Sanggar Seni Giri Budaya Mekar asuhannya itu sering mendapat undangan untuk tampil, baik di acara hiburan maupun acara resmi seperti di pendopo Ciamis, upacara tradisi Nyangku di Situ Lengkong Panjalu dan lainnya. Karena sanggar seni yang dipimpinnya menampilan seni budaya Sunda yang terdiri upacara adat, wayang golek, jaipong, degung, kecapi suling. Bahkan sering pula sanggar seninya berkolaborasi dengan seni beladiri Padepokan Pencak Silat Itsbatuk Husna pimpinan Ganda Susana SPd.

“Kami sering melakukan pementasan kolaborasi upacara adat dari Sanggar Seni Giri Budaya Mekar dengan seni beladiri pencak silat Itsbatul Husna pimpinan Pak Ganda, dengan maksud agar inovatif atau tidak monoton, sehingga kesenian Sunda akan kembali diminati masyarakat,”tuturnya.

Dengan seringnya melakukan kolaborasi tersebut, menurut Tomas Kurnia, ternyata kesenian tradisional Sunda kini mulai diminati lagi oleh masyarakat.”Dengan melakukan inovasi tersebut, maka diharapkan keberadaan seni budaya khas Sunda akan tetap lestari dan eksis,” kata sang dalang ini.

Karena terikat dinas sebagai tenaga pengajar (guru) di SMPN 2 Panumbangan, maka tak mengherankan bila kesenian tradisional Sunda di sekolah menengah pertama ini cukup menonjol, dan juga banyak meraih prestasi di beberapa event seperti Porseni atau Pordisdik di tingkat Kab. Ciamis maupun tingkat Provinsi Jawa Barat. (REDI MULYADI)***