DALAM setiap pentas seni budaya di wilayah Kab.Ciamis, perguruan olahraga seni bela diri Pencak SIlat “Itsbatul Husna” Panumbangan selalu “tandang makalangan” tampil. Bahkan selama ini menjadi andalan Pengcab Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kab. Ciamis dalam kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional dan banyak melahirkan ‘jawara’ atlit silat berprestasi. Juga turut memeriahkan HUT Ke 105 Pesantren Suryalaya Tasikmalaya maupun kegiatan lainnya seperti Upacara Adat Nyangku di Situ Lengkong Panjalu.

Dan uniknya, perguruan atau Padepokan Pencak Silat Itsbatul Husna yang berdiri tahun 1996 ini dipimpin seorang guru yakni Ganda Susana SPd yang mengajar bidang studi IPS, yang sekaligus menjabar Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Panumbangan.”Alhamdulillah, murid dari padepokan Itsbatul Husna sangat banyak dan tersebar di berbagai daerah, dan kini akan membuka cabang di Banten. Namun, sebagian besar murid kami adalah para pelajar,” ujarnya.

Karena berkecimpung di dunia pendidikan, maka tak mengherankan kalau olahraga seni bela diri Itsbatul Husna masuk pada mata pelajaran Mulok (muatan lokal) di SMPN 2 Panumbangan, dan para pesilat dari sekolah ini selalu menjuarai setiap Porseni atau Pordisdik tingkat kabupaten dan provinsi serta Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Bahkan, lapangan sekolah ini pun dijadikan pusat latihan bagi para pesilat, termasuk pesilat dari sekolah lain yang menjadi anggota Padepokan Itsbatul Husna.

Ganda Susana menjelaskan, beberapa murid Padepokan Pencak Silat Itsbatul Husna yang masih berstatus pelajar dan memiliki prestasi gemilang di antaranya: Tati Sumiati dan Tuti Sulastri menjadi juara pada Popnas. Selain itu, ada 5 orang pesilat yang diandalkan kontingen Ciamis pada Porda Jabar yaitu Tati Sumiati, Tuti Sulastri, Chandra, Ogi dan Denis.

“Ada kebanggaan tersendiri ketika melihat murid atau pesilat asuhan saya mampu memperlihatkan prestasi baik di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Walaupun tujuan semula, saya ingin turut melestarikan seni budaya, dalam hal ini olahraga seni beladiri tradisional yang menjadi ciri khas Jawa Barat yakni pencak silat,” ujar Ketua Bidang Pelatihan di IPSI Pengcab Ciamis ini.

Dengan motto: “Pakena Kreta Bener” (diambil dari Prasasti Kawali II), menurut Ganda Susana SPd didampingi R.Tomas Kurnia SPd, bahwa tujuan didirikannya Padepokan Pencak Silat Itsbatul Husna antara lain: melestarikan budaya tradisional khas Jawa Barat di bidang olahraga seni beladiri, upaya menciptakan generasi yang sehat jasmani dan rohani, yang beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia, juga cerdas dan terampil.

“Dalam setiap kesempatan, saya selalu menekankan kepada murid PPS Itsbatul Husna agar memegang teguh azas kebersamaan, kekeluarga, kesetiakawanan social dan kegotong-royongan. Karena memiliki kemampuan dalam beladiri yang kami ajarkan bukan untuk dijadikan kesombongan, menjadi jagoan untuk berbuat keonaran,”kata Ganda Susana yang selalu menganjurkan kepada para pesilat asuhannya untuk memperhatikan dunia pendidikan, termasuk mengabdikan diri sebagai guru.

Sebelum mengakhiri obrolannya, Ganda Susana SPd mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan IPSI Pengcab Ciamis yang sangat peduli dan penuh perhatian terhadap olahraga seni beladiri pencak silat, termasik PPS Itsbatul Husna yang dipimpinnya.(REDI MULYADI)***

Empat Aspek Utama Dalam Pencak Silat

Ketua PPS Itsbatul Husna Panumbangan, Ganda Susana SPd mengungkapkan, bahwa dalam olahraga seni beladiri pencak silat terdapat 4 aspek utama yaitu:

  1. Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. Para pendekar dan maha guru pencak silat zaman dahulu seringkali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat tertinggi keilmuannya.
  2. Aspek Seni Budaya: Budaya dan permainan “seni” pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.
  3. Aspek Bela Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat.
  4. Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.