Kab. Garut, LINTAS PENA

Selama ini, keberadaan lembaga pendidikan keagamaan semacam Madrasah Diniyah (MD) yang berada di daerah pedesaan kurang mendapat perhatian kurang mendapat perhatian dari pemerintah, baik sarana-prasarana maupun para pengajarnya. Padahal, kehadiran lembaga pendidikan masdarah sangat dibutuhkan masyarakat.

Buktinya, madrasah diniyah Assalam di Jl. Surapati Rt.04/06 Desa Cigintung Kec. Singajaya Kab. Garut ini sangat dibutuhkan masyarakat di desa terpencil yang berbatasan dengan Kab. Tasikmalaya, meski sampai sekarang belum memiliki sarana fisik (bangunan) yang memadai.

“Karena berada di desa terpencil, maka Madrasah Diniyah Assalam dibutuhkan masyarakat, terutama berkaitan dengan pendidikan agama bagi putra-putri mereka,” ungkap Ustadz Dudung Abdurrohman S, pengurus madrasah tersebut kepada LINTAS PENA.

Karena belum memiliki bangunan untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM), kini Ustadz Dudung Abdurrohman berusaha untuk membangun madrasah secara swadaya, yakni harus mengeluarkan koceknya sendiri. Karena kondisi ekonomi masyarakat di desanya yang sebagian besar kurang mampu. Sementara jumlah peserta didik di MD Assalam mencapai 70 siswa yang terdiri dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

“Karena keterbatasan dana, maka sampai sekarang proses pembangunan gedung madrasah yang kami kelola belum selesai. Kami melakukannya secara bertahap,”ungkap ustadz muda alumnus Pondok Pesantren An-Nur Jarnauziyyah pimpinan KH. Aef di Kel. Sukamanah Kec. Cipedes Kota Tasikmalaya ini.

Dengan adanya bangunan gedung mandrasah yang memadai, menurut Ustadz Dudung Abdurohman, maka diharapkan kami dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak didik yang berada di Desa Cigintung, sebuah desa terpencil di perbatasan Kab. Garut-Kab. Tasikmalaya. (RATNA SARI DEWI/ REDI.M)***