Ciamis, LINTAS PENA

Selama ini, SDN 1 Cimanggu di lingkungan UPTD Pendidikan Kec. Langkaplancar Kab.Ciamis terus berupaya melakukan pembenahan sarana dan prasarana, terutama oleh seluruh tenaga pendidik. Karena pihak sekolah dan komite sekolah berupaya menjadikan SDN 1 Cimanggu menjadi sekolah terbaik.

Namun, ketika melihat bangunan 3 lokal sangat menghawatirkan akibat kena bencana gempa bumi 2 September 2009 lalu, tentu saja perlu mendapat perhatian dari pemerintah.”Kami sudah mengajukan proposal permohonan bantuan rehab kepada pemerintah untuk bangunan yang terkena gempa, tetapi sampai sekarang belum juga ada realisasinya, sementara kebutuhan ruangan untuk kegiatan belajar mengajar sangat mendesak,”ungkap Tati Haryati, SPd kepada LINTAS PENA.

Tati Haryati mengaku, bahwa SDN I Cimanggu dari dulu sampai sekarang belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah untuk bangunan baik itu DAK atau RKB. “Walaupun belum ada bantuan rehab atau RKB, kami beserta lembaga (Komite) tidak tinggal diam untuk memperbaiki seperti halnya pemelesteran lantai akibat amblas. Kami sangat khawatir roboh bila turun hujan deras ketika anak-anak tengah belajar, sebab bagian atas dan dinding itu sudah tidak layak lagi akibat gempa bumi. Karena itu, kami berharap kepada pihak yang dinas pendidikan untuk memperbaikinya 3 ruang kelas yang rusak,”tuturnya.

Dia mengatakan, bahwa sarana dan prasarana merupakan salah satu tempat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk meningkatkan mutu pendidikan guna mencapai target pendidikan yang berkualitas apalagi bahwa SDN 1 Cimanggu ini sudah termasuk kepada program Rintisan Sekolah Nasional (RSN), yang dibimbing oleh 6 guru PNS, guru honor 3 orang ,1 orang penjaga sekolah, jumlah siswa yang lagi menimba ilmu sebanyak 143 orang.”Sebenarnya sekolah kami masih kekurangan 2 orang guru bisang,”katanya.

Tati Haryati SPd yang baru 16 bulan mengemban tugas sebagai Kepala SDN 1 Cimanggu tidak berpangku tangan untuk menjadikan sekolah dasar ini menjadi sekolah terbaik, meski keberadaan 3 ruang kelas rusak akibat gempa. Dalam hal ini, dia mau menata llingkungan sekolah sedemikian rupa sehingga enak dipandang dan terkesan asri. Betapa tidak ! Lihat saja mengenai pengadaan sarana dan prasarana yang diantaranya kursi 1 ruang kelas, lemari kantor, rak buku perpustakaan, diusahakan bisa ada dalam melakukan penataan SDM dan interaktif antar penyelenggara pendidikan , termasuk untuk fasilitas keteknologian komputer, buku-buku pelajaran, perpustakaan, alat peraga dan yang lainnya itu merupakan konsep yang dapat mewujudkan meningkatnya mutu pendidikan.

“Harapan kami dalam upaya kena pada sasaran tepat managemen SDM keuangan, administrasi dan ketransparanan seorang pemimpin, sehingga akan timbulah lebih meningkat dalam berbagai aspek pokok, terutama dapat mencetak anak didik yang handal dan berprestasi,”ungkap Tati Haryati SPd mengakhiri obrolan. (DENI KOSWARA)***