Kota Tasikmalaya, LINTAS PENA

Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Tasikmalaya, yang sebelumnya bernama Pusat Koperasi Pegawai Negeri (PKPN) itu didirikan pada 1 Januari 1960, merupakan wadah koperasi yang ada di tiap instansi pemerintah.Para pendiri yang menandatangani Akta pendirian dan AD/ART yaitu alm. H.Sardjo dari Koperasi Bagus, alm Machpud Suhatsyah dari Koperasi Sehat, alm.R.Nonon Sukmasendjaja, alm.Odjo Wardjo dari Koperasi Wapen dan alm. MS Djajawinata dari Koperasi KPG.

PKPRI Tasikmalaya yang berbadan hukum: No.3816/BH/PAD/KWK.10/VI/1997 dan berkantor di Jl.HZ.Mustofa No.1 Kota Tasikmalaya ini, sekarang kepengurusannya Ketua dijabat Samsudin AS, Wakil Ketua Hasan BA, Sekretaris I Eddy Dapin, Sekretaris II Taryo Rudiana SH MH dan Bendahara oleh H.Sahyo Padmadiredja.

Sejak kepengurusannya dipimpin oleh Samsudin AS yang melakukan terobosan baru, PKPRI Tasikmalaya ternyata banyak mengalami kemajuan, meski diakui bahwa kondisi perekonomian nasional masih dirasakan belum mendukung bagi dunia usaha khususnya PKPRI.Adapun perkembangan jumlah anggota PKPRI serta jumlah anggota perorangan, hingga saat ini tercatat angota Primer/KPRI sebanyak 70 unit dan anggota perorangan yang merupakan anggota KPRI mencapai 20.000 orang.

“Selama ini berbagai upaya telah dilaksanakan untuk memberdayakan organisasi koperasi di Tasikmalaya dalam mengembangkan usaha guna memperoleh nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan anggota PKPRI. Namun kami akui, hasil yang dicapai belum memadai sebagaimana yang telah diprogramkan, karena terkendala berbagai faktor.”ungkap Samsudin AS kepada LINTAS PENA.

Dalam hal pendidikan dan latihan misalnya, lanjut Samsudin AS, pihak PKPRI Tasikmalaya telah melakukan pembinaan kepada PKRI dengan senantiasa berusaha menghadiri setiap pertemuan/RAT, mengadakan evaluasi maupun saran-saran bagi kemajuan organisasi dan usahanya. Juga penyebaran pengiriman majalah perkoperasian dalam rangka upaya menambah pengetahuan, wawasan mengenai perkoperasian dan upaya lainnya.

Samsudin mengarakan, bahwa kegiatan usaha yang dominan masih simpan pinjam, kolam ikan dan unit usaha lainnya.Sedangkan permodalan untuk kegiatan PKPRI Tasikmalaya maupun KPRI dalam bentuk bantuan cukup agak lunak telah diterima dari BUMN, sehingga pelayanan pinjaman kepada KPRI berjalan cukup lancar.

“Pendapatan usaha selama tahun buku 2009, sebenarnya cukkup berhasil meskipun belum mencapai target yang diharapkan, karena berbagai kendala yang tak bisa diselesaikan/teratasi oleh pengurus karena keterbatasan dalam pengelolaan permodalan dan kemampuan.”jelasnya.

Hal utama yang selama ini mendapat perhatian dari kalangan pengurus PKPRI Tasikmalaya, menurut Samsudin AS, adalah berupaya meningkatkan simpanan baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggota.(REDI MULYADI/H.EDDY PADMA)***