Kab.Tasikmalaya,LINTAS PENA

ADA hal menarik dan unik tatkala menyaksikan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di SMPN 9 Kota Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. Betapa tidak! Karena di sekolah ini, acara ‘muludan’ diselenggarakan di masing-masing kelas yang dikemas sedemikian rupa, kemudian dinilai oleh tim juri. Kegiatan keagamaan tersebut di SMP sudah berlangsung sejak dua tahun dan mungkin pertama ada di Kota Tasikmalaya sebuah sekolah lanjutan yang menyelenggarakan kegiataan keagamaan semacam ini di masing-masing kelas.

“Sejak dua tahun lalu, kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah kami selalu diselenggarakan di masing-masing kelas.Adapun tujuannya, yakni untuk mengetahui kreativitas siswa dalam mengapresiasi hari kelahiran Rasulullah SAW, di samping menggelar suatu acara secara mandiri,”ungkap Drs.H.Asep Furqonuddin MM, Kepala SMPN 9 Tasikmalaya.

Pelaksanaan acara peringatan Maulid Nabi tersebut sepenuhnya diserahkan kepada siswa, mulai dari pembawa acara, membaca Al Quran, sholahat nabi, nasyid atau qasidah hingga ceramah. Bahkan, masing-masing kelas membuat nasi tumpeng yang dihias sedemikian rupa untuk dinilai tim juri, sebelum dimakan bersama-sama. Selain itu, masing-masing kelas berusaha menampilkan acara muludan yang ‘gebyar’ menarik.

Dengan adanya kreativitas para siswa tersebut, maka pihak sekolah pun berinisiatif yakni dengan melakukan penilaian ke tiap kelas yang berjumlah 22 kelas, dan kemudian memberikan penghargaan bagi kelas yang menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terbaik.

H.Asep Furqonuddin menjelaskan, bahwa esensi peringatan ’muludan’ di masing-masing kelas, dimaksudkan untuk menanamkan kepada siswa agar memiliki rasa tanggung jawab serta memiliki kemampuan menggelar suatu acara.Pokoknya, para siswa SMPN 9 yang berjumlah 1.000 siswa itu melakukan peran keseluruhan acara.


”Karena para siswa telah mampu menggelar satu acara semacam ini, maka harapan kami mereka dapat membuktikan kemampuannya dalam kehidupan bermasyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, misalkan sebagai penceramah atau membaca al-Quran dan lainnya,”katanya.

Dengan diselenggarakannya acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan kegiatan lainnya, lanjut H.Asep, ternyata pihak sekolah pun dapat melihat potensi atau bakat yang dimiliki masing-masing siswa.”Juga kita bisa melihat tanggung jawab kebersamaan mereka dalam mensukseskan suatu acara,”tuturnya.(REDI MULYADI)***