Kab.Ciamis, LINTAS PENA

SMPN 1 Sukamantri yang berada di Kab. Ciamis saat ini membutuhkan 8 orang tenaga ‘pengajar’ guru,terutama yang berstatus PNS untuk bidang studi matematika, IPA, TIK, PAI dan BP.Hal ini dimaksudkan agar kualitas pendidikan di sekolah lanjutan ini terus meningkat.

“Kami tidak bisa menerima guru sembarang, misalnya guru bidang studi Bahasa Indonesia, karena memang sudah kelebihan. Kecuali itu, kami membutuhkan 2 orang guru IPA, 1 guru PAI, 1 guru TIK, 1 guru matematika dan 3 guru BP,” ungkap Kepala SMPN 1 Sukamantri Drs.Cecep Yusup MPd didampingi Ketua Komite Didi Kamsidi kepada LINTAS PENA, pekan kemarin.

Cecep Yusup menjelaskan, bahwa jumlah peserta didik di SMPN 1 Sumantri untuk tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 485 siswa menempati 13 ruang kelas, dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak 14 guru PNS dan 7 guru sukwan.”Untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami, idealnya ada 22-25 orang guru berstatus PNS. ”ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Cecep yang baru tiga tahun menjabat kepala sekolah, pihak SMPN 1 Sukamantri meminta perhatian dari pemerintah cq Disdik Kab.Ciamis untuk segera menerjunkan guru sekolah lanjutan yang berkualitas dan berstatus PNS., kalau memang perlu mengangkat 7 orang guru honorer yang ada menjadi PNS


“Bila staf guru di sini sudah berstatus PNS tentu saja akan meringankan beban bagi sekolah terutama dalam pembayaran honorariumnya.”tuturnya.

Selain itu, SMPN 1 Sukamantri saat ini membutuhkan bantuan rehabilitasi ruang kelas sebanyak 4 kelas plus ruangan perpustakaan, karena kondisi bangunan sekolah lanjutan yang dibangun pada tahun 1984 ini banyak yang rusak, dinilai sudah tidak layak untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM).Dengan banyaknya atap banngunan yang boocor dan kropos dikhawatirkan menganggu bagi kenyamanan belajar.

“Ada 4 ruang kelas yang sudah tidak dipakai untuk KBM, karena kondisinya rusak berat, sehingga perlu perbaikan dan kami mengharapkan bantuan dari pemerintah agar ruangan tersebut bisa digunaan untuk ruang belajar dan perpustakaan maupun ruang computer,”harapnya.

Drs.Cecep Yusup MPd mengakui bahwa tahun 2009, SMPN 1 Sukamantri menerima bantuan dana sebesar Rp.90 juta untuk membangun satu ruangan yang digunakan sebagai ruangan laboratorium, meski peralatan laboratoriumnya sendiri belum ada. “Khusus ruang laboratorium baru selesai dibangun, meski isinya belum ada, dan semoga saja ada bantuan melalui program DAK atau dana rollesharing,”katanya.

Ketua Komite Didi Kamsidi menambahkan, bahwa SMPN 1 Sukamantri pun membutuhkan sarana komputer berikut ruangannya, agar siswa-siswi sekolah ini tidak “gaptek” (gagap teknologi) dan tidak ketinggalan oleh SMP lain. (REDI MULYADI)***