Bandung, LINTAS PENA:

Kepala Balai Pendidikan Pelatihan Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Kejuruan (BPPTKPK) Dinas Pendidikan Jabar, Drs. Nandang Djunaedi, M.Pd. mengatakan, sebanyak 30.000 guru sekolah menengah kejuran (SMK) di Jabar dari berbagai kelompok keahlian belum disertifikasi.

Nandang mengatakan, para guru keahlian di SMK ini layak disertifikasi guna mengukur kemampuan mereka. “Selama ini, saya belum mendapat informasi para guru keahlian atau kompetensi di SMK ini pernah disertifikasi,” ujarnya.
Padahal, lanjutnya, meski belum mendapat sertifikasi, kemampuan mereka dalam mengajar para siswa di sekolah sangat berkualitas. “Buktinya, sebagian besar lulusan SMK di Jabar banyak yang terserap ke dunia kerja, sebagian lagi membuka lapangan kerja sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, sertifikasi keahlian bagi guru di SMK mutlak dilakukan, minimal lima tahun sekali. Hal ini untuk menghindari tertinggalnya kemampuan para guru SMK oleh para siswanya. “Saat ini, para siswa banyak yang lebih pandai dari gurunya. Karena para siswa banyak menggali pengetahuan maupun keahlian dari sejumlah sumber, terutama internet dan tidak hanya pada guru di sekolah,” paparnya lagi.

Untuk menyikapi hal tersebut, katanya, BPPTKPK Disdik Jabar mulai tahun ini lebih fokus pada para guru SMK untuk meningkatkan kompetensi keahliannya. Tahun ini, sebanyak 1.600 guru SMK akan dilatih keahlian di bidang bangunan, elektronika, listrik, mesin, dan otomotif (belmo). “Kebetulan untuk keahlian belmo di BPPTKPK ini sudah mendapat ISO 9000 dan sertifikat internasional,” katanya.

Karena itu, guru yang mendapat pelatihan keahlian di BPPTKPK begitu lulus akan mendapat sertifikat standar internasional. Tentunya dengan sertifikat internasional, merupakan garansi bagi para siswa dan orangtua.”Dengan sertifikat standar internasional ini, para guru bisa meningkatkan kualitas, sedangkan bagi siswa bisa dipergunakan untuk melamar pekerjaan di dunia usaha dan industri sekelas internasional,” paparnya.
Nandang menyebutkan, kualitas internasional pelatihan di BPPTKPK ini selain mendapat ISO para assessor-nya pun telah mendapat sertifikat internasional. Saat ini, jumlah tenaga assesssor di BPPTKPK lebih dari 60 orang yang siap meningkatkan kualitas para guru SMK, khususnya bidang keahlian belmo.”Pelatihannya dilakukan secara betahap. Makanya untuk tahun ini 1.600 guru SMK yang akan dilatih dari target sebanyak 5.000 guru setiap tahunnya,” ujarnya. (002)***