Tasikmalaya, LINTAS PENA

Karena keterbatasan lahan, maka tak mengherankan bila sejak dulu SDN 2 Cibunigeulis yang berada di lingkungan UPTD Pendidikan Bungursari Kota Tasikmalaya tidak memiliki lapangan untuk kegiatan praktek mata pelajaran penjas (pendidikan jasmani) atau olahraga.

“Jangankan untuk kegiatan olahraga, sekedar untuk upacara bendera pada hari Senin saja kesulitan, karena sekolah kami tidak memiliki lahan yang luas atau lapangan.”ungkap Hj.Lena Hindane, Kepala SDN 2 Cibunigeulis kepada LINTAS PENA beberapa waktu lalu.

Kalau tidak memiliki lapangan olahraga, lantas bagaimana untuk melakukan praktek kegiatan mata pelajaran penjas ? Drs Ace Haeruman yang menjadi guru olahraga di SDN 2 Cibunigeulis pun berinisiatif, misalnya, memanfaatkan lapangan olahraga milik warga Kampung Leuwimalang yang merupakan kampung tetangga dan jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi sekolah.

“Ya, mau bagaimana lagi?! Kami minta izin kepada warga, terutama pemilik lahan yang digunakan untuk kegiatan olahraga anak-anak, meski harus berjalan kaki setiap kali hendak praktek olahraga seperti senam, sepakbola, futsal, voli bal dan lainnya,”ungkap Ace Haeruman.

Walaupun tidak memiliki lapangan olahraga, lanjut Ace Haeruman, ternyata prestasi olahraga anak-anak SDN 2 Cibunigeulis cukup dominant. Buktinya, setiap kali ada pertandingan olahraga seperti O2SN, beberapa cabang olahraga dari sekolah dasar ini selalu meraih juara.
“Apalagi kalau ada lapangan luas, minimal halaman sekolah yang memadai untuk olahraga, maka prestasi anak-anak di bidang olahraga akan jauh lebih meningkat.”tuturnya.( REDI MULYADI )***