Banjar, LINTAS PENA
SMP Negeri 5 Banjar berlabelkan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) satu-satunya di Kota Banjar. Namun sangat ironis, sekolah yang berlabelkan SBL ini tidak didukung dengan pendanaan yang cukup sebagai sekolah berbudaya lingkungan. Bahkan sangat kekurangan dana untuk pengembangan program studi khusus sekolah berbudaya lingkungan karena harus didukung sarana dan prasarana untuk bidang studi tersebut.
Sekarang SMP Negeri 5 Banjar hanyalah mengandalkan pendanaan dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah) itu semata yang relatif kurang. Sedangkan untuk pengembangan keilmuan khusus untuk bidang studi lingkungan hidup sebagai pelajaran tambahan yang berorientasi ke pro gram studi SBL sangatlah besar, misalnya sarana dan prasarana pendukung ialah lab, peralatan dan yang lainnya.
“Walaupun kekurangan sarana pendukung untuk pengembangan Sekolah Berbudaya Lingkungan, keluarga besar SMP Negeri 5 Banjar terutama para gurunya tak menyurutkan mentalnya untuk berjuang dalam mengembangkan kegiatan belajar mengajar, hingga saat ini tetap berjalan sebagaimana mestinya. Begitupun dengan siswa-siswi kami tak menyurutkan untuk berkreasi sesuai visi dan misi pengembangan bidang studi SBL pantang menterah dengan prasarana pendukung yang ada bisa mencetak manusia yang cinta lingkungan bisa berguna untuk dirinya sendiri ataupun dengan orang lain ,”ungkap Drs. Enceng Holid, Kepala SMP Negeri 5 Banjar ketika di konfirmasi LINTAS PENA belum lama ini.
Humas SMP Negeri 5 Banjar sekaligus Ketua SBL Munir, S.Pd menambahkan, siswa baru yang berniat sekolah untuk tahun sekarang yang mendaftar ke SMP Negeri 5 Banjar yang berlabel SLB animonya sangat besar. “Dengan banyaknya pendaftaran pada PSB tahun ini, membuktikan masyarakat Banjar sangat memberikan kepercayaan penuh terhadap SMP Negeri 5 Banjar, dimana orangtua mengharapkan anaknya mendapatkan ilmu tentang lingkungan hidup. Namun kami menyesuaikan dengan rombel yang ada sebanyak 24 kelas maka dengan terhitung siswa baru di SMP 5 Banjar mencapai 783 orang,”tuturnya.
Kendati dengan tenaga pengajar di SMP Negeri 5 Banjar untuk tenaga pengajar guru bidang keilmuan SBL dikatakan sudah mencukupi dan sudah tersertifikasi. Sekarang SMP Negeri 5 Banjar sedang menuju ke Adiwiyata merupakan kebanggaan tersendiri untuk sekolah setingkat menengah pertama dan SMP Negeri 5 Banjar sudah mampu berkreasi, misalnya membuat biofori taman sekolah dan kegiatan sosial lainnya misalnya membersihkan saluran air dari tumpukan sampah yang menghalangi supaya tidak mengakibatkan banjir, sehingga kegiatan tersebut dimaksud untuk menumbuhkembangkan siswa jiwa sosial dimasyarakat dan menanamkan rasa kecintaannya siswa-siswi terhadap lingkungan.
“Harapan kami, manakala nantinya siswa-siswi kembali ke masyarakat akan mengenalkan ilmu kemasyarakatan tentang lingkungan hidup yang ramah, dan Insya Allah akan menjadi tunas bangsa yang mencintai alam sekaligus menjaganya, hal itu yang diharapkan kita semua,”ungkap Munir,S.Pd (TOTO SUYANTO)***