Tasikmalaya, LINTAS PENA

Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) para guru dituntut untuk lulus sertifikasi hingga memperoleh gelar sarjana. Ketentuan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 15/ 2009 tentang Pendidikan Guru dan UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen.

“Dalam aturan ini disebutkan bahwa seluruh guru yang telah bertugas, belum, dan mau bertugas harus bersertifikasi S1 atau Diploma IV,” ungkap Dr. H. Dedi Hermawan, M.Pd Dekan Fakultas FKIP Universitas Siliwangi sekaligus menjabat sebagai Komite SMP Negeri 1 Tasikmalaya.

Dedi Hermawan mengatakan, bahwa saat ini masih ada 7.000 guru TK-SMA negeri dan swasta yang masih belum berijazah S1 se-Priangan Timur. Untuk itu kepada para kepala sekolah diharapkan supaya membantu untuk mendorong guru-guru dalam penanggulangan sertifikasi dan kepada yang mampu disarankan supaya kuliah dengan biaya sendiri.

“Karena jika para guru hanya menanti bantuan dari pemerintah, hal itu masih belum jelas bisa kebagian atau tidak, karena masih harus antre. Maka, akan lebih baik meneruskan kuliah dengan biaya sendiri yang lebih jelas.”ujarnya

Menurutnya, mulai tahun ini ada kebijakan baru untuk para guru yang ingin menuntaskan pendidikan S1. Misalnya, bila guru itu adalah lulus D2, maka dia tidak harus kuliah lagi selama dua tahun. Karena perguruan tinggi akan membuat kebijakan portopolio, yaitu dengan melihat masa kerja guru, prestasi guru dan lainnya. Yang mana hal itu juga bisa digunakan peguruan tinggi untuk menentukan lama pendeknya kuliah. “Sebenarnya aturan yang baru ini lebih mudah,” jelasnya.

Dr. H. Dedi Hermawan, M.Pd selanjutnya menjelaskan, untuk peningkatan mutu pendidikan khususnya di Tasikmalaya, maka harus diutamakan budaya membaca dan memahami bahasa asing. Karena untuk mendorong pendidikan yang lebih baik dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tentunya dengan membaca dan paham bahasa akan lebih terealisasikan, ujarnya mantan Kepala Kadisdik Ciamis ini menutup pembicaraannya dengan Lintas Pena. (TATANG)***