Oleh : Drs. Zaenal Muttaqin, M।Pd.

SEBAGAIMANA diketahui bahwa pelaksanaan pendidikan di sekolah umum atau madrasah, sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor.2 Tahun 1984 tentang Sistem Pendidikan Nasional berlangsung kurang memenuhi harapan seperti yang dimaksudkan dalam rangka peningkatan iman dan takwa sebagai upaya untuk membentuk manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya. Betapa pun demikian meskipun terlambat pemerintah telah mengeluarkan instruksi yang merupakan sejarah baru dalam dunia pendidikan, yakni sebuah instruksi langsung dari Bapak Presiden bahwa seluruh lembaga pendidikan mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas diharuskan untuk menyelenggarakan pesantren kilat pada masa-masa liburan sekolah bagi siswa-siswi yang beragama Islam

Bulan suci Ramadhan tahun ini sebentar lagi akan datang menghampiri kita. Pada bulan suci ini sesuai anjuran bersama dari MUI, Depag dan Kementerin Pendidikan Nasional salah satu agenda kegiatan rutin setiap sekolah pada bulan Ramadhan adalah mengadakan Pesantren Kilat Ramadhan. Sesuai namanya, pesantren kilat berlangsung dalam waktu singkat dan cepat tempat para siswa belajar agama secara memadai dalam waktu yang tidak terlalu lama, yaitu jangka waktu tertentu secara terbatas. Umumnya kegiatan yang menjadi aktivitas tambahan saat sekolah libur pada bulan puasa ini berlangsung dalam waktu paling lama dua atau tiga minggu saja.

Program yang dikemas pihak sekolah ini, di dalamnya ini tak hanya pengetahuan atau ilmu tentang agama Islam yang diajarkan. Kegiatan pesantren kilat sudah seharusnya menjadi agenda tahunan di sekolah-sekolah saat Ramadhan tiba. Kegiatan ini tidak hanya diisi materi yang berkaitan dengan soal keagamaan, tetapi juga soal pengenalan lingkungan, baik lingkungan alam sekitar, pergaulan, maupun hal-hal lain yang penting untuk diketahui, dipahami dan dimengerti dalam kehidupan atau pergaulan sehari-hari. Manfaat lainnya mengikuti pesantren kilat adalah selain mendapatkan ilmu agama dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusus juga memperoleh banyak pengalaman berharga, misalnya berlatih mandiri,memupuk rasa sosial dan kesetiakawanan menjadi lebih meningkat, serta memupuk rasa kebersamaan, tenggang rasa dan sebagainya.. Intinya adalah menyadarkan generasi muda agar mereka kelak menjadi umat Islam seutuhnya, yakni sebagai manusia yang mampu menyerap, mempelajari, mengkaji dan mengamalkan ajaran agama yang diyakininya secara utuh, baik, dan benar.

Kegiatan pesantren kilat ini marak diikuti para pelajar saat bulan Ramadhan. Pesantren kilat merupakan sebuah solusi untuk lebih mendekatkan para siswa kepada agama Islam yang selama ini hanya diperkenalkan oleh para guru melalui jam tatap muka yang hanya berdurasi 2 jam pelajaran per minggu.. Dengan mengikuti kegiatan pesantren kilat diharapkan para siswa akan diingatkan kembali bahwa setiap muslim diwajibkan mengetahui lebih dalam tentang agama Islam. Tidak cukup hanya mempelajari berbagai teori. Memeluk Islam itu tidak cukup hanya bersifat seremonial belaka. Pesantren kilat itu sangat penting untuk anak-anak usia sekolah supaya ada keseimbangan antara pendidikan formal dan pendidikan agama / akhlak. Sebagaimana diungkapkan pakar Islam dari UIN Bandung, Dr.Ahmad Tafsir, menjamurnya pesantren kilat itu pada dasarnya akibat kemajuan sains dan teknologi, ditambah dengan kesibukan orang tua murid, sehingga tidak tersedianya waktu untuk mendidik anaknya di rumah, gejala kekhawatiran terhadap akhlak serta amalan agama anaknya, orang tua tidak menginginkan anaknya menjadi nakal dan sebagainya..

Motif Berbeda
Pesantren kilat ramadhan pada hakekatnya adalah kegiatan yang dirancang seperti layaknya pondok pesantren yang membina santri-santrinya. Tujuan dari pesantren kilat ramadhan adalah untuk mengembangkan kecerdasan spiritual pada siswa dengan didampingi oleh guru pembimbing. Harapannya agar para siswa dapat menjadi muslimin dan muslimat yang bertaqwa kepada Allah SWT. Setiap orang tua memiliki motif atau alasan yang berbeda dalam hal mengikutsertakan anak-anaknya ke dalam kegiatan pesantren ramadhan. Hal-hal atau motif yang mendorong orang tua memasukkan anaknya ke pesantren kilat ramadhan antara lain yaitu:

Pertama alasan agar anaknya memiliki kedisiplinan, tidak bandel, urakan,egois, taat waktu, tidak melawan kepada orang tua.dan sikap negatif lainnya. Tujuan ini sebenarnya lebih banyak untuk kepentingan orang tua itu sendiri daripada untuk kepentingan anaknya. Mereka tidak terlalu mementingkan tujuan lain seperti agar anaknya mengetahui ajaran agama atau agar anaknya tulus dalam beribadah. Akan tetapi ada juga orang tua yang menginginkan agar anaknya tidak nakal. Tujuan tersebut di samping untuk orang tua juga untuk kepentingan anak itu sendiri. Siawa-siswi sebagai generasi harapan bangsa, tidak lain merupakan amanah dari Allah Swt. Generasi ini masih sangat peka terhadap berbagai pengaruh lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu tidak salah apabila disebutkan bahwa masa remaja adalah masa yang sangat menyenangkan dan merupakan masa yang sangat penting dalam perkembangan kepribadian seorang insan. Pada masa inilah tertanam dan terbentuknya dasar pribadi yang merupakan fondasi perkembangan kepribadian selanjutnya. Saat pembentukan pribadi tersebut, perlu ditanamkan kepada siswa-siswi pendidikan keagamaan dan juga pengalaman yang berkesan, yang membekas dalam jiwa mereka sebagai bekal yang bermanfaat dalam pembentukan kepribadiannya kelak..

Perlu dibiasakan pada mereka untuk mempelajari agama sejak dini, sehingga timbul pada diri mereka bahwa ilmu agama merupakan kebutuhan yang tidak dapat diaar-tawar lagi bagi setiap muslim. Selain itu penting ditanamkan kesadaran beribadah sejak dini, karena hakikat penciptaan seluruh manusia dan jin adalah untuk mengabdi (beribadah)kepada Allah. Sudah selayaknya seluruh aktivitas kita didasari niat ibadah. Kesadaran inilah yang kelak akan melahirkan etos kerja seorang muslim. ethos kerja ini akan melahirkan pribadi-pribadi yang senantiasa produkif, efektif dan efisien dalam bertindak. Pribadi-pribadi seperti inilah yang kita perlukan untuk membangkitkan kembali kejayaan Islam. Kepada merekalah kita memiliki tanggung jawab moral dalam masalah pelaksanaan pendidikan, pembinaan, ketrampilan, dan pengalaman agar kelak mereka dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan zamannya. Dengan demikian, harapan akan munculnya generasi penerus yang lebih baik akan tercapai. Pembinaan siswa-siswi tersebut bermaksud menyelenggarakan kegiatan yang menunjang pada perwujudan di atas dengan mengadakan kegiatan kerohanian dalam mempelajari ilmu agama sekaligus jadi wahana penanaman kesadaran beribadah.

Kedua, motif mengisi waktu senggang. Kegiatan belajar mengajar selama bulan ramadhan ditiadakan, tetapi hal itu diganti dengan kegiatan keagamaan. Masa remaja adalah masa yang penuh dengan energi, apabila tidak disalurkan dengan tepat, maka hal tersebut akan sangat berbahaya. Orang tua tahu bahwa waktu luang bagi anak dan remaja adalah waktu yang amat berbahaya bila tidak diisi atau dialihkan dengan kegiatan positif lain yang lebih bermanfaat. Dari kesenggangan ini biasa timbul hal-hal negatif. .Nah, daripada waktu luang ini dipakai untuk hal-hal yang mubazir, tidak karu-karuan alangkah lebih baik dan bermakna waktu senggang diisi dengan hal-hal yang produktif dan positif.

Ketiga, menambah pemahaman siswa terhadap ajaran agama Islam. Pesantren kilat tampaknya dapat dijadikan alternatif pemahaman pendidikan islami bagi siswa sekolah umum di kota-kota besar yang relatif kurang mendapatkan pelajaran keagamaan. Pesantren kilat selama bulan Ramadhan diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan para siswa sekolah serta menanamkan kepedulian sesama. Akan lebih baik lagi bila para pengelola pondok pesantren juga proaktif menyelenggarakan pesantren kilat bagi para siswa sekolah umum selama bulan ramadhan sehingga para siswa sekolah umum di kota-kota besar dapat menyelami kehidupan asrama (mukim) di pesantren yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kebersahajaan. Kegiatan ini menutupi kekurangan pendidikan agama di sekolah. Pada kenyataannya pendidikan agama pada saat ini, yang diberikan di sekolah kurang memuaskan. Misalnya masih banyak siswa yang belum dapat membaca Al-Qur’an,masih banyak siswa yang tidak menjalankan sholat, banyak tawuran dan banyak siswa yang masih suka berbohong Berdasarkan pengamatan, alasan orang tua memasukkan anak-anaknya ke pesantren kilat seperti yang diterangkan di atas sangat beralasan karena mereka merasa khawatir dengan perkembangan kebudayaan yang bersamaan dengan terjadinya proses globalisasi kehidupan, kemewahan hidup dan sebagainya, di mana perkembangan di atas sangat berpengaruh terhadap kehidupan remaja.

Pesantren kilat yang diselenggarakan langsung oleh Pondok Pesantren yang sehari-hari memang menyelenggarakan pendidikan keagamaan diharapkan dapat memberikan pemahaman keislaman yang menyeluruh (kaffah) dan tidak instant sehingga para siswa sekolah umum dapat memahami substansi ajaran agama dan tidak tejebak pada simbolisme agama yang sering bermuara pada ekstrimisme, radikalisme dan anarkisme. Kita tentunya prihatin dengan kecenderungan ekstrimisme dan radikalisme yang melanda kaum muda pelajar dan mahasiswa di sekolah dan kampus umum yang salah satunya disebabkan pemahaman agama yang simbolik dan instant (Drs. Zaenal Muttaqin, M.Pd. Penulis adalah Guru/Kepala SMP Negeri 1 Bantarkalong Jl. Pemuda 2 Desa Hegarwangi Kec.Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya)*****