Oleh: Esmi Triningsih,

Bagaimana agar kita dapat membaca buku tanpa harus keluar rumah dan dibatasi waktu layaknya di sebuah perpustakaan umum? Jawaban dari pertanyaan tersebut sangat sederhana yaitu buatlah perpustakaan di rumah Anda. Bagi anda para pecinta buku perpustakaan merupakan tempat yang paling nyaman untuk menghabiskan waktu. Selain hal itu, perpustakaan juga sangat berperan dalam menciptakan kondisi gemar membaca.
Kebiasaan Membaca
Keluarga yang gemar membaca akan cenderung mengisi waktu luang mereka dengan membaca sehingga buku merupakan salah satu kebutuhan primer. Hal itu terlihat dengan banyaknya jumlah koleksi bacaan yang dimiliki. Dengan semakin banyaknya koleksi, perlu adanya pengelolaan agar dapat tertata dengan baik. Kebiasaan yang terjadi saat ini buku dibiarkan berserakan dimana-mana, ada yang di ruang tamu, kamar tidur, bahkan di dapur. Buku masih tetap merupakan sesuatu yang berharga dan mempunyai peranan penting sebagai sumber pengetahuan dan informasi meskipun telah memasuki zaman cyberdata.
Menciptakan Sudut Baca
Menumbuhkan minat baca dapat dilakukan dengan membuat perpustakaan di rumah. Anda dapat menciptakan ruang perpustakaan ataupun sudut baca yang nyaman bagi diri sendiri ataupun keluarga. Tata dan rawatlah koleksi buku yang Anda miliki dengan dengan baik dan benar. Tempatkanlah rak di sudut ruangan dalam rumah anda dan letakkan buku-buku yang telah selesai dibaca pada rak tersebut. Dengan demikian koleksi buku akan terkumpul dalam satu tempat sehingga memudahkan pencarian jika suatu saat dibutuhkan kembali. Ibarat oase di padang gurun yang menghilangkan dahaga dan menyejukkan ubun-ubun dari panasnya sengatan sinar matahari. Demikian juga perpustakaan, sebagai sumber pengetahuan yang tak ternilai harganya.
Setelah buku-buku cukup banyak terkumpul dalam satu tempat, akan lebih mudah untuk mengatur dan mengelompokkannya. Desainlah perpustakaan atau sudut baca menyesuaikan kebutuhan keluarga tersebut.
Berikut langkah sederhana menciptakan sudut baca:
1. Sediakan ruang yang sirkulasi udaranya bagus atau tidak lembab dengan pencahayaan yang cukup dan jauh dari kebisingan, misalnya di sudut ruang keluarga, ruang tamu, basement, ruang kerja, area bawah tangga atau dapat memanfaatkan kamar kosong dalam rumah. Pilih lokasi yang jauh dari kamar mandi dan dapur karena tempat-tempat tersebut cenderung lembab dan kelembaban akan merusak buku.
2. Letakkan rak buku ukuran sedang pada tempat tersebut dan tata rapi koleksi buku Anda.
3. Dalam membuat perpustakaan keluarga, hal yang penting untuk diperhatikan adalah tidak melanggar unsur estetika. Penempatan rak sedapat mungkin disesuaikan dengan kondisi ruangan. Untuk rumah yang bertembok pendek usahakan tidak menempatkan rak yang terlalu tinggi karena menjadikan ruangan terlihat penuh dan tidak nyaman untuk dilihat.
4. Hindarkan koleksi dari sinar matahari yang berlebihan karena akan membuat warna buku menjadi pudar, kusam dan rusak.
5. Tempatkan meja dan kursi sebagai tempat untuk bersantai sambil membaca buku.
6. Perpustakaan keluarga dapat juga didesain menghadap taman atau kolam ikan hias sehingga akan lebih nyaman, membaca buku sambil menikmati keasrian taman.
Memilih dan Menata Koleksi Bacaan
Pengadaan koleksi untuk perpustakaan keluarga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan keluarga tersebut. Tidak ada gunanya mengoleksi buku-buku yang mahal harganya tapi tidak diminati oleh masing-masing anggota keluarga. Buku-buku yang sederhana namun bisa membangkitkan minat baca dapat menjadi sarana rekreasi bagi keluarga. Sediakan anggaran pembelian buku untuk setiap bulannya sehingga selalu ada koleksi yang baru. Berkunjunglah ke pameran-pameran buku di kota Anda, pada momen seperti itu penerbit biasanya menyediakan diskon yang cukup besar.
Semakin banyak koleksi perpustakaan perlu adanya penataan khusus berdasarkan klasifikasi. Klasifikasi yang umum digunakan adalah Dewey Decimal Clasification (DDC). Klasifikasi Desimal Dewey (Dewey Decimal Classification (DDC), juga disebut Sistem Desimal Dewey) adalah sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang diciptakan oleh Melvil Dewey (1851–1931) pada tahun 1876, dan sejak saat itu telah banyak dimodifikasi dan dikembangkan dalam duapuluh dua kali revisi yang telah terjadi hingga tahun 2004.
Klasifikasi dilakukan berdasarkan subjek, kecuali untuk karya umum dan fiksi. Kodenya ditulis atau dicetakkan pada sebuah stiker yang ditempelkan pada sisi buku atau koleksi perpustakaan tersebut.
Contoh kode: 330 = Ilmu Ekonomi. 340 = Ilmu HukumAda sepuluh kelas utama dalam klasifikasi Dewey: 000 Komputer, informasi dan referensi umum; 100 Filsafat dan psikologi; 200 Agama; 300 Ilmu sosial; 400 Bahasa; 500 Sains dan matematika; 600 Teknologi; 700 Kesenian dan rekreasi; 800 Sastra dan 900 Sejarah dan geografi
Manfaat
Kehadiran perpustakaan dalam keluarga akan sangat berguna terutama bagi anak-anak. Fenomena yang terjadi saat ini, anak-anak lebih menyukai menonton televisi ataupun bermain play station daripada membaca buku. Ironisnya kebanyakan orang tua membiarkan hal tersebut berlangsung terus-menerus. Orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga kurang bisa mengontrol aktivitas anak-anaknya. Disinilah hadirnya perpustakaan keluarga menjadi sangat penting dalam mendidik anggota keluarga terutama anak-anak. Ada pepatah lama mengatakan, ‘tak kenal maka tak sayang’ ini sangat sesuai dengan hadirnya perpustakaan keluarga bagi anak-anak. Dengan hadirnya perpustakaan dalam keluarga akan menjadikan anak terbiasa dengan kegiatan membaca. Mereka akan terdorong untuk memanfaatkan perpustakaan miliknya sehingga kegiatan menonton televisi dan bermain di luar rumah dapat dikurangi. Agar anak dapat lebih tertarik dengan perpustakaan miliknya, berilah hak kepada mereka untuk ikut menentukan jenis koleksi yang diinginkannya. Minat baca akan lebih mudah ditumbuhkan pada anak-anak daripada orang dewasa. Ibarat sebuah pepatah, “akan lebih mudah meluruskan batang pohon ketika ia masih kecil daripada meluruskannya setelah tumbuh menjadi besar”.
Jika kita cermati, ada 3 manfaat yang didapat dengan hadirnya perpustakan keluarga yakni rekreatif, edukatif dan informatif. Pertama rekreatif, yaitu dengan menyediakan buku-buku bacaan ringan seperti buku dongeng, novel, majalah dan surat kabar. Bacaan-bacaan tersebut merupakan salah satu sumber hiburan bagi anggota keluarga. Dari sinilah, anggota keluarga terlebih anak-anak mulai tertarik untuk menggeluti dunia perbukuan sehingga minat baca dapat mulai ditumbuhkan. Kedua, fungsi edukatif yaitu dengan menyediakan buku-buku yang menunjang pelajaran, terutama bagi anak-anak yang memasuki usia sekolah. Disamping itu juga dengan menyediakan buku-buku yang menunjang pekerjaan bagi orang tua, seperti buku komputer, pertanian, peternakan dan sebagainya. Fungsi terakhir disebut fungsi informatif karena dalam perpustakan keluarga secara tidak langsung memberikan informasi tambahan bagi seluruh anggota keluarga seperti ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan penemuan baru.
Disamping manfaat-manfaat di atas, perpustakaan keluarga dapat menjadi sarana untuk mendekatkan relasi antar anggota keluarga. Mendiskusikan buku, merupakan salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dalam membina kedekatan antar anggota keluarga. Anggota keluarga dapat mengulas isi dari buku ataupun artikel-artikel dari media massa. Untuk selanjutnya menuangkan ide atau gagasan dari apa yang telah dibacanya ke dalam bentuk tulisan. Aktivitas tersebut sangat berguna dalam membentuk budaya baca dan menulis di tengah-tengah keluarga. Selamat mencoba! (Penulis: Esmi Triningsih, Pustakawan Universitas Atma Jaya Yogyakarta )***