Kab.Tasikmalaya, LINTAS PENA

Pendidikan anak usia dini dinilai sangat penting diselenggarakan sebelum memasuki jenjang pendidikan/sekolah dasar, yang bisa diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, formal dan atau informal. Pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), TK Al Quran (TKA), Raudhatul Athfal (RA), PAUD atau bentuk lain yang sederajat.

Demikian diungkapkan Burhan SPd, penilik PAUD di UPTD Pendidikan Sukaresik kepada LINTAS PENA ketika ditemui di rumahnya, Jum’at kemarin.”Pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah,” ungkap Ketua Forum PAUD Kab.Tasikmalaya ini.

Burhan mengaku gembira bila melihat perkembangan dan pertumbuhan pendidikan usia dini di Kab.Tasikmalaya, karena selain adanya TK dan RA yang sudah lama eksis, maka kini tengah booming lembaga pendidikan PAUD di pelosok daerah yang jumlahnya lebih dari seribu unit sekolah berdiri.

Karena itu, lanjut Burhan SPd, sejak beberapa bulan lalu di Kab.Tasikmalaya telah dibentuk Forum PAUD yang bertujuan untuk mengakomodir keberadaan seluruh lembaga pendidikan anak usia usia dini seperti TK, TKA, RA, PAUD dan bentuk lainnya.

“Dengan adanya Forum PAUD ini, maka diharapkan keberadaan seluruh lembaga pendidikan anak usia dini dapat terarah dan terbantu dalam pengembangan penyelenggaraan lembaga pendidikan, baik dalam hal sarana maupun prasarana, termasuk dalam penatalaksanaannya sehingga satu arah tujuan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa,”tuturnya.

Burhan pun menjelaskan mengenai pelaksanaan pendidikan anak usia dini yang menganut prinsip “Bermain sambil Belajar dan Belajar sambil Bermain”. Karena bermain merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi anak didik.Sebelum bersekolah, maka bermain merupakan cara alamiah untuk menemukan lingkungan, orang lain dan jadi dirinya sendiri.

“Dengan pendekatan bermain, maka anak-anak dapat mengembangkan aspek psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/ motoruk, kemandirian dan seni. Pada prinsipnya bahwa bermain mengandung makna yang menyenangkan, mengasyikkan tanpa ada paksaan dari luar diri anak, dan lebih mementingkan proses mengeksplorasi potensi diri daripada hasil akhir,”tutur Burhan SPd panjang lebar.(REDI MULYADI.TATANG.R.A)***