Kab.Tasikmalaya, LINTAS PENA

Selama ini, MTs Serba Bakti Suryalaya Pagerageung Kab.Tasikmalaya selalu mengadakan Wisata Ziarah Walisongo yang merupakan tradisi tahunan.Demikian pula pada tahun ajaran 2010-2011, sebanyak 120 siswa kelas delapan bersama staf guru mengikuti napak tilas perjuangan para waliyullah selama 4 hari, termasuk ke makam Proklamator RI Ir.Soekarno di Kota Blitar.

“Kepada seluruh siswa yang mengikuti perjalanan Wisata Ziarah Walisongo tersebut diharuskan menulis laporannya dan diserahkan kepada guru sejarah. Karena studi tour ini berkaitan dengan mata pelajaran Sejarah yang diajarkan di sekolah kami,”ujar Abdul Wakam, Humas MTs Serba Bakti Suryalaya kepada LINTAS PENA, pekan kemarin.

Selain bertujuan napak tipas terhadap perjuangan para waliyullah di Pulau Jawa-Madura dan memenuhi tugas mata pelajaran Sejarah, menurut Abdul Wakam, juga bersilaturahmi kepada ikhwan Pondok Pesantren Suryalaya yang berada di luar kota seperti Surabaya sekaligus berdakwah.”Dengan digelarnya wisata ziarah ini, selain untuk memenuhi tugas sekolah, juga diharapkan mereka dapat mengikuti jejak perjuangan para waliyullah dalam menyebarkan syiar Islam,”jelasnya.

Abdul Wakam lebih jauh menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan agenda MTs Serba Bakti Suryalaya dengan tujuan mendidik para murid-murid MTs Serba Bakti Suryalaya untuk selalu melestarikan dan mengenang jasa-jasa para wali yang sudah menyebarkan Agama Islam di Pulau Jawa dan sekitarnya. Juga bertujuan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta mengikuti sunnah Rasul Muhammad SAW melalui hadist yang diriwayatkan dari Buraidah al-Aslami dimana dia mengatakan bahwa Rasul pernah bersabda: “Dahulu aku melarang kalian untuk menziarahi kubur, namun (Allah) telah memberi izin kepada Muhammad untuk melakukannya sehingga dapat menziarahi kubur ibunya. Berziarah-kuburlah kalian karena hal itu akan menjadikan kalian mengingat akherat! ”.

”Dari hadist ini jelaslah bahwa Nabi Muhammad pernah melarang ziarah kubur namun lantas membolehkannya setelah turunnya pensyariatan (legalitas) ziarah kubur dari Allah swt Dzat Penentu hukum (Syari’ al-Muqaddas). Jadi jelas bahwa ziarah kubur merupakan sesuatu yang syar’i (legal).”katanya.

Adapun perjalanan Wisata Ziarah Walisongo itu berangkat pukul 07.00 WIB menuju Cirebon dengan tujuan makam yang pertama di kunjungi adalah Sunan Gunung Djati dan Syek Tolhah yang merupakan Guru dari Pendiri Pondok Pesantren Suryalaya Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra. Sebelum bertolak ke Cirebon para peserta ziarah sebelumnya melaksanakan Ziarah ke Makam Pendiri Pondok Pesantren Suryalaya dan bersilaturahmi kepada Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya Syekh KH. Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin.

Berangkat dari Kampus MTs Serba Bakti Suryalaya yang berada di komplek Pondok Pesantren Suryalaya menuju Cirebon. Adapun makam yang didatangi secara langsung yaitu : Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon (Makam Syekh Tolhah dan Buyut Trusmi disatukan di makam Sunan Gunung Jati); Makam Raden Fattah, Mesjid Agung Demak; Makan Sunan Kalijaga, Kadilangu Demak; Makam Sunan Kudus; Makam Sunan Muria (Rombongan menziarahinya di Aula Pesanggrahan); Makam Sunan Bonang, Tuban; Makam Sunan Drajat; Makam Sunan Giri, Gresik; Makam Maulana Malik Ibrahim; Makam Sunan Ampel; Makam Syekh Kholil, Madura.

Disamping ziarah ke makam para wali peserta ziarah, peserta Wisata Ziarah Walisongo juga mengunjungi makam Proklamator Kemerdekaan RI Ir. Soekarno yang berada di daerah Blitar. Dan sebelum kembali ke Suryalaya peserta ziarah melakukan shoping dan jalan-jalan di kota Gudeg Yogyakarta.

“Alhamdulillah, perjalanan Wisata Ziarah Walisongo berjalan lancar dan selamat hingga kembali ke kampus,”tutur Humas MTs MTs Serba Bakti Suryalaya. (REDI MULYADI/DEDE FUAD)***