Tasikmalaya, LINTAS PENA

UPI Tasikmalaya menggelar kegiatan pesantren media Ramadhan 1431 H dan cukup diminati peserta, khususnya dari kalangan pelajar SMA Kota Tasikmalaya Ciamis dan Banjar yang berminat menerjuni dunia jurnalistik. Para santri media tampak antusias sekali mengikuti rangkaian pesantren. Konvergensi media yang merupakan pokok bahasan pesantren media Ramadhan 1431 H kali ini.

Acara ini di prakarsai oleh Pondok Media bekerja sama dengan AKSARA (Area Komunitas Sastra) dan TMC UPI Tasikmalaya. Dan dibuka dengan game-game menarik yang dipandu guru senior, Nero Taufik. Dilanjutkan dengan pemutaran film jalan remaja yang didamping kawan – kawan dari SOCA. Serta terakhir ditutup dengan diskusi dan bedah film dari segi bentuk dan isi. Ada beberapa agenda utama dalam Pesmed kali ini yaitu ada 4 kelas, diantaranya menulis, desain grafis, blogging dan photografi.

“Konvergensi media, merupakan sarana dimana kita bisa menyatukan antara media tulis, photografi, video dan lainnya menjadi sebuah karya yang dapat diwartakan melalui jejaring-jejaring sosial, dalam hal ini sebut saja media online,” begitu ucap Duddy RS pada pembukaan pesantren media Ramadhan 1431 H.
Kelik Nursetyo menambahkan, bahwasannya kita adalah pelaku dari konvergensi itu, kita sebagai penulis, pewarta, sekaligus pemilik media. Sehingga menjadikan warga masyarakat umum pun bisa menjadi jurnalis.

“Kita butuh sebuah pekabaran yang nyata, bahkan harus ada dan bisa membangun sebagai sebuah kritik serta saran. Fungsi dari media itu salah satunya adalah sebagai pewarta. Sangat disayangkan ketika orang minat pada suatu hal dan tak ada jalan atau tempat mencurahkan. Disinilah tempat mengalirkan itu semua.”ujarnya

Pada kegiatan Pesantren Media Ramadhan 1431 H tak peduli dimana tempatnya, ada yang di kelas, lapangan, atau tempat parkir. Peserta sangat antusias mengikuti tiap kelas yang diminatinya. Bahkan ada yang sampai ikhlas gempor di tanah lapang yang berdebu. Cuma untuk mengikuti materi.

Kelas menulis yang di asuh oleh Kelik Nursetyo, mencoba simulasi proses kreatif penulisan dari mulai pencarian bahan dan lainnya. Ada pun proses itu di antaranya wawancara, study pustaka, dan observasi. Kemudian di kelas desain grafis dan photografi, pemahaman dasar dan pembuatan suatu hal yang sederhana yang dapat dijadikan objek. Beda dengan blogging. Sedangkan di kelas blogging Duddy RS mencoba membedah dalaman dari pada sebuah blog.

“Semoga geliat jurnalisme di kalangan pelajar Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar tak hanya sampai disini saja, tapi harus ada rumusan continuetas setelah beres kegiatan pesantren media ini. Dan semoga pada hari berikutnya semua yang didapat di pesantren media dapat berkembang mengikuti perkembangan jaman.”jelas Duddy RS (AWI/TATANG.R.A)***