Jakarta, LINTAS PENA

Kementerian Pendidikan Nasional kembali memberikan penghargaan kepada para guru berprestasi, guru pendidikan luar biasa berdedikasi, guru daerah terpencil khusus berdedikasi. Penghargaan diberikan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, pada peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-65, dan juga puncak acara Hari Pendidikan Nasional 2010, di Plaza Insani Kemdiknas, Jakarta, Rabu pekan lalu.

Hadir pada acara itu Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Suyanto, dan Direktur Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal Hamid Muhamad, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Menteri Nuh menyebutkan, ada satu pertanyaan apakah penghargaan-penghargaan seperti ini tidak menimbulkan diskriminasi/kastanisasi? “Tidak… tidak, tidak ada rasa diskriminasi dalam pemberian penghargaan, malah harus dijadikan tradisi di Kemdiknas. Kita ingin membangun budaya apresiasi positif kepada siapa pun yang berprestasi,” ucapnya.

Menurut Nuh, tanpa adanya pemberian penghargaan terhadap para peraih prestasi dalam menciptakan kreasi dan inovasi, dikhawatirkan akan mengurangi motivasi guru dan siswa. Kemampuan guru dan siswa tidak selalu sama tetapi akan mempunyai nilai berbeda. “Untuk dapat mencapai prestasi memerlukan berbagai tantangan yang melalui seleksi, hingga memperoleh nilai terbaik dalam meningkatkan mutu pendidikan,” kata Nuh.

Mendiknas mengatakan, ada tiga hal yang dilakukan untuk membangun apresiasi positif. Ketiganya adalah budaya kerja keras, kompetitif, dan pola pikir positif (positive mindset).

Para peraih prestasi dari berbagai provinsi meliputi guru dan siswa prestasi tingkat nasional TK serta SD, SMP,SMA/SMK, guru pendidikan luar biasa, guru daerah khusus, peraih olimpiade, hasil ujian nasional tertinggi, karya tulis ilmiah, dan kursus. Mereka semua memperoleh hadiah dari Kemdiknas. Insan berprestasi yang hadir adalah siswa berprestasi 95 orang, pendidik dan tenaga kependidikan 550 orang, mahasiswa dan dosen 42 orang, lembaga kursus 20 orang, unit kesehatan sekolah yang berprestasi 60 orang, para pemenang karya tulis ilmiah media swara 20 orang, arsiparis 12 orang, pelayan publik terbaik di Kemdiknas 10 orang, dan karya jurnalistik 29 orang. (ali/ ahmad_dj/kemdiknas)****