Lintas PENA

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA mengungkapkan, bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diyakini mampu menjadi solusi untuk mengatasi adanya kesenjangan, sosial khususnya mengenai akses pendidikan yang tidak merata.

“TIK memungkinkan terjadinya proses belajar efektif, menyediakan akses pendidikan untuk semua, serta memfasilitasi terjadinya proses belajar kapan dan dimana pun.” ujar Mendiknas dalam sambutan pembukaan international symposium on Open, distance, and E-Learning (ISODEL) 2009 di Hotel Sheraton yang dibacakan Sekjen Depdiknas Dodi Nandika, belum lama berselang.

M. Nuh menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan kesenjangan itu. Salah satunya dengan memanfaatkan TIK secara optimal untuk perluasan akses, peningkatan mutu, dan peningkatan tata kelola serta akuntabilitas pendidikan. “Karena pentingnya program pemanfaatan TIK maka ini menjadi salah satu program prioritas di Dediknas,” terangnya.

Dalam ISODEL 2009, Depdiknas memberikan penghargaan kepada para pengembang program e-pendidikan di Indonesia dalam 3 kelompok, masing-masing kelompok untuk kompetisi Ki Hajar (kita harus belajar), E-Learning, dan program Televisi Bermuatan Pendidikan. Selain itu 2 stasiun TV memperoleh penghargaan kategori televisi bermuatan pendidikan yaitu Global TV untuk program Mata Agin serta SCTV untuk sinetron Para Pencari Tuhan .ISODEL diikuti 568 peserta dari 16 negara dengan 48 pembicara. Selain presentasi dan diskusi, ISODEL 2009 juga mengadakan kunjungan ke sekolah untuk memberikan gambaran pentingnya pemanfaatan TIK.***