Bandung, LINTAS PENA

Bidang Pendidikan Luar Biasa (PLB) Dinas Pendidikan Jabar, tahun ini tidak akan membangun sekolah luar biasa (SLB) negeri baru. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang PLB Disdik Jabar, Drs. Dadi Supriyadi yang ditemui di kantornya, kemarin
Dadi Supriyadi menjelaskan, Bidang PLB Disdik Jabar akan membeli lahan di sejumlah daerah yang belum memiliki SLB negeri. “Hingga saat ini SLB negeri yang ada di Jabar baru 30 unit, tersebar di berbagai daerah, sedangkan SLB swasta mencapai 300 unit,” ujarnya.

Adapun daerah-daerah yang belum mempunyai SLB negeri, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung Barat, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Karawang, Bekasi, dan Kota Sukabumi. Karena itu Bidang PLB akan membeli lahan di daerah-daerah tersebut untuk pembangunan SLB negeri. “Lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan SLB negeri seluas 6.000 M2,” katanya.

Dana yang dibutuhkan untuk membeli lahan seluas 6.000 M2 di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Bekasi serta Ciamis adalah Rp 600 juta. “Kami masih melakukan nego tentang pembelian lahan tersebut karena keterbatasan dana,” ujarnya.
Sedangkan anggaran untuk PLB sendiri, kata Dadi, untuk tahun ini kurang lebih Rp 11,645 miliar. Selain untuk pembelian lahan, juga digunakan untuk pembangunan sarana prasarana 4 SLBN, infrastuktur 8 SLBN, rehab ruang di 7 SLBN, dan berbagai kegiatan PLN di Jabar.”Karena itu, untuk tahun ini kami tidak akan membangun SLB negeri yang baru. Kemungkinan tahun 2011 kami baru akan membangun kembali SLB negeri,” kilahnya.

Selain itu, lanjut Dadi, pemerintah pun menyediakan anggaran bantuan sosial bagi SLB swasta di Jabar senilai Rp 6,25 miliar. Dana bansos tersebut digunakan untuk sarana prasarana serta alat bantu pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di SLB swasta. Jika dijumlahkan, anggaran untuk PLB di Jabar untuk tahun 2010 mencapai Rp 17,89 miliar. Namun dana tersebut diperuntukkan bagi pembangunan fisik, sarana prasana, dan alat bantu pendidikan.

Selain tidak ada anggaran untuk membangun SLB negeri baru, ungkap Dadi, Disdik Jabar melalui bidang PLB Disdik Jabar untuk tahun ini tidak mempunyai anggaran khusus untuk pendidikan layanan khusus (PLK) bagi anak jalanan, anak korban narkoba, dan anak berkebutuhan khusus yang dirawat di rumah sakit jiwa. Selama ini, Pemprov Jabar baru melayani pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di SLB-SLB milik pemerintah.”Padahal anak jalanan, anak korban narkoba, dan yang lainnya layak mendapat perhatian, termasuk layanan pendidikannya. Tetapi karena keterbatasan dana, mereka kurang terperhatikan,” ujarnya.

Menurutnya, sebanyak 330 SLB negeri yang ada di Jabar baru bisa menampung anak berkebutuhan khusus sebanyak 12 ribu siswa dari 16 ribu anak berkebutuhan khusus di bawah usia 17 tahun. Sedangkan jumlah anak berkebutuhan khusus di Jabar secara umum mencapai 53 ribu orang.***