Kab.Tasikmalaya, LINTAS PENA

SMPN 1 Kadipaten di Kabupaten Tasikmalaya bagian utara kini berusia 22 tahun karena berdiri pada tahun 1988. Selama ini, perkembangan siswanya cukup stabil sebagai sekolah menengah yang berada di daerah pinggiran meski kampusnya cukup strategis, tepatnya di Jl.Raya Bandung-Tasikmalaya.

“Walaupun begitu, kami senantiasa berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik, agar lulusan dari sekolah ini menjadi SDM yang terbaik.”ungkap Dindin Jamaludin, MM Kepala SMPN 1 Kadipaten ketika ditemui LINTAS PENA disela-sela acara kenaikan kelas dan perpisahan siswa kelas IX pada Selasa, kemarin.

Dalam hal ini, Dindin lebih mengintensifkan kegiatan pengembangan diri bidang teknologi & informasi (TI) dengan membuka program komputer berikut jaringan internet.Sebelumnya, hanya memilliki 8 unit komputer, dan kemarin membeli 8 unit lagi.”Jadi, perkembangan IT bukan hanya untuk dikenal saja, tetapi harus dikuasai oleh para siswa. Kalau gaptek (gagap teknologi), maka para siswa akan ketinggalan ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,”jelasnya.

Selain itu, SMPN 1 Kadipaten menerapkan pengembangan diri bidang keagamaan (MTQ), olahraga dan kesenian.Bahkan, pihak sekolah sempat mengirimkan seorang guru (Maruli Parulian) untuk belajar bidang kesenian di Purwacaraka School, yang diharapkan dapat diterapkan kepada peserta didik.

Dengan demikian, sebanyak 298 siswa dengan 10 rombel yang dididik oleh 37 guru PNS bergelar S1 plus 3 guru bergeral S2 dan 2 guru sukwan, maka diharapkan kualitas pendidikan para peserta didik di SMP ini terus meningkat.

Walaupun demikian, lanjut Dindin Jamaludin, untuk dapat mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih baik perlu didukung dengan ketersediaannya sarana dan prasarana yang memadai. Sementara saat ini, kondisi sarana prasarana di SMPN 1 Kadipaten kurang memadai, di antaranya laboratorium IPA yang rusak perlu perbaikan, 4 ruang kelas rusak ringan, 4 ruang kelas rusak berat, dan ruangan aula hancur.

Sebenarnya, pihak sekolah dan komite sudah mengajukan proposal kepada pemerintah cq Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, baik untuk perbaikan kondisi rungan yang rusak maupun membangun ruang kelas baru (RKB), namun sampai saat ini belum terealisasi.”Semoga saja, pemerintah dapar merealisasikan permohonan bantuan perbaikan dan membanngun RKB,”tutur Dindin Jamaludin MM yang juga Ketua DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Jawa Barat ketika ditemui di ruang kerjanya.(DEDE FUAF/REDI MULYADI)***