Kota Tasik, LINTAS PENA

Kegiatan belajar mengajar (KBM) di lingkungan sekolah tentunya akan berjalan kondusif apabila sarana dan prasarana memadai. Tak hanya itu, staf pengajar/guru juga harus mempunyai kemampuan sesuai disiplin ilmunya, yang diharapkan akan membentuk prilaku/wawasan terhadap murid-muridnya.

”Selama ini, kami senantiasa berusaha dan berjuang untuk meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik, terutama dalam penanaman keagamaan sesui dengan visi dan misi sekolah kami,”jelas Rina Gustiarningsih S.Pd, Kepala Sekolah SD PUI Cicurug sejak bulan Februari tahun 2010 lalu.

Adapun visi yang diemban SD PUI Cicurug yakni ” Berdasarkan iman dan takwa SD PUI Cicurug unggul di bidang akademik keislaman tahun 2010”. Sementara itu misinya antara lain : Meningkatkan prilaku siswa yang berakhlak tinggi dan mulia yang Islami, serta. meningkatkan kualitas akademik profosional guru dan kreatifitas anak, terutama bidang ke islaman.

”Dalam menerapkan visi misi tersebut, maka kami selalu menerapkan prilaku disiplin kepada siswa-siswi seperti dibiasakan membaca Al-quran sebelum pelajaran dimulai, sholat duha, pembelajaran bahasa arab dan lain sebagainya,”ujar Rina Gustiarningsih yang
pidahan dari SDN Citapen ini.

Selanjutnya dia menjelaskan bahwa, saat ini murid SD PUI Cicurug berjumlah 287 siswa dengan tenaga pengajar yang profesional lulusan sarjana di universitas ternama dan kebanyakan sudah lulus sertifikasi, terdiri dari 11 guru PNS dan 4 sukwan. Kampus sekolah dasar ini berdiri diatas tanah milik yayasan HPP PUI dengan luas 1400 M2.

Untuk mencapai guru yang berkualitas, lanjut Rina, maka guru SD PUI Cicurug juga selalu diikutsertakan pada berbagai seminar dan penataran diklat, termasuk pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk menunjang pengetahuan para guru.

Pada kesempatan itu, Rina pun mengeluhkan dengan keterbatasan lahan dan banyaknya jumlah permintaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SD PUI terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini tentunya menjadi hambatan yang cukup menghawatirkan terlebih sarana untuk olahraga yang masih harus ikut ke luar sekolah juga kekurangan sarana untuk WC, dan bangunan sekolah yang sudah retak-retak, keluhnya.

“Dengan adanya peran serta masyarakat yang lebih dominan dan partisipasi peserta didik untuk mengikuti lomba-lomba tingkat SD yang diadakan kota maupun kecamatan, maka diharapkan akan lebih memajukan SD PUI Cicurig supaya lebih dikenal lagi”, harapnya. (TATANG.R.A) ***