Tasikmalaya, LINTAS PENA

Hingga saat ini terdapat sebanyak 2.300 ruang kelas atau 30 persen dari jumlah ruangan kelas sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya masih dalam kondisi rusak, sehingga perlu perbaikan. Kerusakan ruang kelas tersebut cukup beragam, dari mulai yang rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat.
Demikian diungkapkan H. Iis Marwan SH M.Pd, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya dalam acara lokakarya antara dewan pendidikan dan pengurus PGRI Kabupaten Tasikmalaya yang berlangsung di Wisma PGRI, belum lama ini.
“Rusaknya ruang kelas ini memang tak pernah kunjung selesai. Pasalnya, program renovasi sekolah yang dijalankan sifatnya bertahap, karena keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah,” ujarnya.
H. Iis Marwan menjelaskan, umumnya ruang kelas yang rusak tersebut merupakan sekolah lama yang dibangun melalui program Inpres (intruksi presiden). Struktur bangunan yang kurang memadai dari unsur perawatan, sehingga menjadikan beberapa bagian ruang kelas mudah termakan usia.
“Bahkan ada beberapa ruang kelas yang hingga sekarang belum pernah diperbaiki dari awal dibangun beberapa belas tahun yang lalu. Tak mengherankan bila banyak ruang kelas yang ambruk dan sudah tidak layak pakai,” jelas Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. Karena itu, menurut Iis Marwan, upaya menyelesaikan sarana dan prasarana pendidikan tingkat dasar ini harus dilakukan secara bersama antara pemerintah, komite sekolah dengan masyarakat sebab bila hanya pemerintah atau komite yang bekerja, tentunya akan terasa berat dan berjalan cukup lama.”Jadi, perlu adanya keterlibatan masyarakat,” tuturnya.(ENDANG SUTRISNO/REDI M)