Ciamis,LINTAS PENA

Sebagian besar warga Cihaurbeuti Kab.Ciamis mengharapkan sekali adanya Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA), khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang spesifik, sehingga para pelajar lulusan SMP/MTs tidak harus jauh menimba ilmu ke Kota Tasikmalaya maupun Kota Ciamis.

“Karena itu, kami mengharapkan pemerintah Kab.Ciamis terutama pihak Disdik Kab.Ciamis mengabulkan keinginan warga Cihaurbeuti memiliki sekolah lanjutan atas, khususnya SMK.Apalagi proposalnya sudah diajukan beberapa waktu lalu,”ujar Drs.Yoyo Sunaryo, tokoh pendidik di wilayah Kec.Cihaurbeuti.

Apalagi lahan untuk pembangunan gedung SMK tersebut sudah tersedia dan itu wakaf dari seorang warga yang peduli terhadap dunia pendidikan.Lahan seluas 600 bata di Desa Sukamulya itu merupakan ‘hibah’ wakaf dari H.Omo, warga desa setempat yang sukses menjadi pengusaha di Jakarta. Bahkan, tanah yang telah diwakafkan sejak 10 tahun itu kini telah bersetifikat.

“Bahkan, keluarga dari si pemberi wakaf selalu menuntut, kapan pemerintah mau mendirikan SMA atau SMK pada lahan tersebut. Karena tanah itu diwakafkan oleh Pak H.Omo sekitar sepuluh tahun lalu saat Kadisdiknya Pak Tijani,”ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Yoyo Sunaryo, keinginan warga Cihaurbeuti untuk memiliki SMA/SMK telah disampaikan ke Komisi IV DPRD Kab.Ciamis beberapa waktu lalu dan memberikan respon. Namun entah mengapa, dari Komisi IV itu sendiri tidak ada kabar berita atau tidak lanjutnya.

Dengan adanya wakaf tanah dari seorang warga sekaligus pengusaha sukses yang peduli terhadap kemajuan dunia pendidikan di daerahnya, kata Yoyo, pemerintah harus dapat mewujudkannya. Apalagi di wilayah Kec.Cihaurbeuti tidak ada sekolah kejuruan sehingga banyak lulusan SMP/MTs melanjutkan sekolah ke Kota Tasikmalaya dan Kota Ciamis.

“Jika pemerintah akan mewujudkannya, maka kami pun siap membentuk panitia pendirian dan pembangunan gedung SMK Cihaurbeuti,”ungkap Yoyo Sunaryo bersemangat.(REDI MULYADI)***