Bandung, LINTAS PENA
Mulai tahun 2010 ini, setiap sekolah harus mewajibkan para siswanya mengunjungi museum. “Saya sudah meminta dan berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Nsional, M. Nuh mengenai program tersebut, ungkap Menteri Kebudayaan dan Pariwista RI, Jero Wacik kepada wartawan, usai mencanangkan program tenaga SDM unggulan di bidang hotel, restoran, dan spa, di Hotel Aston Primiera Bandung.
Menbudpar menjelaskan, bahwa langkah tersebut diambil untuk menyukseskan tahun kunjungan museum yang dimulai tahun ini. Selain itu Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI telah meminta pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten kota untuk menyediakan anggaran khusus bagi museum daerah.”Selama ini keberadaan museum di daerah sangat jarang mendapat anggaran dari pemda, akibatnya banyak museum di daerah kondisinya tidak terawat,” paparnya.
Karena tak terawat, museum di daerah pun sangat jarang dikunjungi wisatawan. Bahkan masyarakat mengidentikkan museum sebagai tempat penyimpanan barang-barang usang dan langka.”Padahal, museum selain tempat penyimpanan barang-barang langka dan bersejarah, juga tempat menuntut ilmu dan penelitian,” paparnya.
Karena itu,lanjut Jero Wacik, guna meningkatkan kunjungan ke museum, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mencanangkan tahun ini sebagai tahun kujungan museum. Menbudpar menargetkan, tahun 2014 tingkat kunjungan ke museum bisa terus meningkat.”Tahun 2014 merupakan akhir tahun kunjungan museum, diharapkan tingkat kunjungan ke museum terus meningkat,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Herdiwan mengungkapkan, untuk mendukung tahun kujungan museum telah dilakukan kerja sama dengan Museum Geologi dan Musem Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung. Disebutkan Herdiwan, kedua museum tersebut merupakan museum yang paling banyak dikunjungi para wisatawan maupun siswa.”Dengan kerja sama ini, para wisatawan dan pelajar bisa digiring ke Museum Sri Baduga yang merupakan museum daerah Jabar,” ujarnya.
Selain itu, kata Herdiwan, Disparbud Jabar akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jabar dan kabupaten kota untuk menggiring siswa berkunjung ke museum. Namun menurutnya, yang mempunyai kewenangan mewajibkan siswa berkunjung ke museum adalah dinas pendidikan kabupaten kota.”Kami hanya mempunyai objeknya saja, yang mempunyai kewenangan untuk mewajibkan kunjungan ke museum adalah dinas pendidikan kabupaten kota,” tambahnya.
Herdiwan mengakui, anggaran untuk Museum Sri Baduga sangat kecil setiap tahunnya. Untuk tahun ini Pemprov Jabar melalui Disparbud Jabar hanya menyediakan anggaran Rp 600 juta.(002)***