Bandung, LINTAS PENA

Pemerintah berupaya memperbanyak even kesenian dan kebudayaan, termasuk bahasa. Hal itu dimaksudkan menumbuhkan perhatian dan keterlibatan masyarakat dalam pemuliaan bahasa, seni, dan budaya. Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pada pembukaan Festival Drama Basa Sunda (FDBS) XI Tahun 2010 di Gedung Kesenian (GK) Rumentangsiang, Jln. Baranangsiang Bandung.

Ahmad Heryawan mengakui, penyelenggaraan FDBS XI tahun ini memberikan kebanggaan tersendiri. Selain diikuti 79 grup dari 13 kabupaten/kota di Jabar, penyelenggaraan FDBS tahun ini untuk memberikan pelajaran dan pengetahuan tentang bahasa Sunda kepada generasi muda. ” Saya bangga sekali, karena ternyata penyelenggaraan FDBS ini tidak pernah terhenti, walaupun tidak mendapat bantuan materiil dari pemerintah,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Gubernur Jabar, salah satu upaya perhatian pemerintah yakni memperbanyak penyelenggaraan festival atau sejenisnya. “Pemerintah tidak akan memberikan bantuan secara langsung kepada komunitas maupun grup kesenian tertentu. Tetapi pemerintah akan memperbanyak penyelenggaraan festival atau sejenisnya. Kalau memberikan bantuan secara langsung, dikhawatirkan akan membunuh kreativitas masyarakat maupun seniman,” paparnya.

Gubernur pun meminta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Herdiwan untuk menyusun program penyelenggaraan festival dan sejenisnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur pun meminta segera dibentuk Badan Pengembangan Bahasa Daerah (BPBD). Hal itu dimaksudkan agar kosakata bahasa Sunda semakin bertambah dan kaya. “Dengan adanya BPBD, banyak kosakata bahasa Indonesia yang bisa dialihkan menjadi bahasa Sunda, sehingga bahasa Sunda semakin kaya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Teater Sunda Kiwari (TSK) Bandung, Daddy P. Danusubrata mengatakan, penyelenggaraan FDBS XI Tahun 2010 terbilang sangat istimewa. “Karena sejak diselenggarakan 20 tahun lalu, baru kali ini pembukaan dilakukan Gubernur Jabar. Hal ini tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi penyelenggara dan para peserta,” tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Jabar, Uu Rukmana mengungkapkan, keistimewaan penyelenggaraan FDBS kali ini karena naskah dramanya merupakan hasil sayembara mengarang naskah drama Sunda. Menurutnya, tidak kurang dari 16 peserta mengikuti sayembara mengarang naskah drama bahasa Sunda.”Karena itu, tidak salah jika saya menyebutkan penyelenggaraan FDBS dan sayembara naskah drama bahasa Sunda ini merupakan kekayaan masyarakat Sunda,” ujarnya.(002)***