UCU ANWAR SURAHMAN, mantan guru SMPN 9 Tasikmalaya ini sekarang bertugas sebagai pengawas TK/SD di lingkungan UPTD Pendidikan Bungursari Kota Tasikmalaya. Walaupun berkecimpung di dunia pendidikan, tapi ternyata dia sangat peduli terhadap lingkungan hidup, misalnya masalah persampahan atau kelestarian gunung yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya.Dia sangat setuju dengan adanya Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) mulai tingkat SD sampai SMU.

Karena itu tak mengherankan, bila bicara masalah lingkungan hidup, Ucu Anwar akan serius menanggapinya. Buktinya, ketika Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kec.Bunngursari pekan kemarin, dia mengusulkan reklamasi dan inventarisasi bukit.

“Pada musrenbang kali ini, saya mengusulkan masalah reklamasi dan investarisasi bukit agar menjadi prioritas dalam pembangunan di wilayah Kec.Bungursari, sehingga akan kembali hijau dan lingkungan hidup tetap lestari,” ujar Ucu Anwar yang juga aktivitas LSM Koordinator Peduli Lingkungan Hidup (KOPLING) Kota Tasikmalaya ini.

Ucu menjelaskan, bahwa kegiatan penambangan galian C di bukit-bukit atau gunung-gunung oleh para pengusaha di wilayah Kec.Bungursari sudah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. Kegiatan penambangan yang berlebihan dan tidak memperhatikan kelestarian lingkungan serta kepedulian untuk mereklamasi lahan yang telah di tambang adalah permasalahnya. Kondisi ini tidak hanya menyisakan kolong-kolong ( danau kecil ) dan padang pasir saja, tetapi kerusakan lainnyapun sudah mulai terjadi.

“Jika tidak segera ditanggulangi, kerusakan hutan dan lingkungan hidup akan semakin rusak.”tuturnya.

Reklamasi bekas tambang yang selanjutnya disebut reklamasi, menurut Ucu Anwar Surahman, adalah usaha memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi dalam kawasan hutan yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan pasir di bukit-bukit atau gunung-gunung agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya.

Namun dia mengakui, bahwa kegiatan reklamasi harus melibatkan masyarakat. Reklamasi harus dapat menyentuh masyarakat dari sisi Sosial, Ekonomi, Budaya dan Politik yang berkembang di masyarakat. Kegiatan reklamasi yang tidak memperhatikan aspek sosial masyarakat, melibatkan seluruh komponen masyarakat, dan kepedulian dari masyarakat tentunya akan mendatang kegagalan.

“Semoga saja, keinginan saya untuk menghijaukan tujuh kelurahan di wilayah Kec. Bungursari tercapai melalui usulan reklamasi dan inventarisasi bukit menjadi prioritas pada Musrenbang kemarin,”tutur pengawas TK/SD UPTD Pendidikan Bungursari ini (REDI/002)***