Cineam, LINTAS PENA

Keluarga besar SMP Negeri 1 Cineam dan orang tua siswa mengaku bangga, karena sekolah lanjutan pertama yang berada di Jl. Asrama No. 14 Desa Cineam Kec. Cineam Kab. Tasikmalaya itu, kini berstatus sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN) sejak dua tahun lalu.

“Walau bagaimana pun, kepercayaan dari pemerintah kepada SMPN 1 Cineam menjadi SSN merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami, terutama untuk lebih meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan baik akademik maupun non-akademik,”ungkap Hj.Een Suhayati S.Pd melalui Wakasek Drs. Ahmadudin M.Pd.

Ahmadudin menjelaskan, bahwa saat ini jumlah siswa yang menimba ilmu di SMPN 1 Cineam mencapai 692 siswa dengan staf guru sebanyakl 40 PNS dan 2 guru sukwan. Sementara luas area 6000 M2 di atas tanah milik sendiri.

“ Selama ini, kami selalu menanamkan kedisiplinan moral kepada peserta didik dan meningkatkan kualitas pendidikan dalam hal iman dan taqwa terhadap siswa untuk membentuk pribadi yang religius Islami,”ujarnya.

Untuk itu, menurut Drs. Ahmadudin M.Pd , selama 45 menit sebelum jam pelajaran dimulai semua siswa diwajibkan mengikuti shalat Duha, Tadarus dan Tawasul. Setelah jam pelajaran selesai, siswa diwajibkan pula untuk mengikuti shalat dzuhur berjamaah, setelah itu dilanjukan dengan kegiatan pengembangan diri melalui kegiatan, minat dan bakat masing-masing anak. dengan harapan Smp 1 Cineam menjadi sekolah yang berprestasi dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat,” harapnya.

Adapun fasilitas yang dimiliki SMPN 1 Cineam antara lain 2 laboratorium IPA, ruang kesenian dan keterampilan, ruang perpustakaan dan lapangan basket.

Prestasi yang pernah diraih SMPN 1 Cineam pun cukup membanggakan diantaranya : tahun 2008-2009 meraih juara 4 guru teladan tingkat kabupaten, juara 1 lomba cipta puisi tingkat kabutaen, juara II lomba paduan suara tingkat provinsi, juara I bulu tangkis putra tingkat wilayah, juara 1 MTQ tingkat wilayah, juara II catur tingkat kabupaten dan banyak lagi prestasi yang lainnya.

Ahmadudin selanjutnya mengatakan, bahwa berpacu pada tuntutan SSN sekolah kami juga membuat Radio diberi nama “Nasaci” 107,6 Mhz setiap jam 08.00 WIB malam yang isi nya memuat pelajaran-pelajaran yang telah atau akan diajarkan oleh para guru. “ Hal ini dilakukan secara suka rela (tanpa pamrih) karena melihat jam pelajaran di waktu KBM dirasa kurang sehingga kami mengambil alternative seperti ini, dengan harapan meningkatnya gelombang dan kreatifitas siswa khususnya dalam pembelajaran yang ada di sekolah,” imbuh Yaya Suyaman Spd selaku guru Bahasa Indonesia. (TATANG/RENDI)***