Tasikmalaya, LINTAS PENA
Dalam konteks pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010, visi pengembangan tenaga kesehatan adalah tersedianya tenaga kesehatan yang bemutu dan merata. Untuk mencapai visi pengembangan tenaga kesehatan tersebut perlu adanya upaya sinergis dari semua unsur yang terlibat, terutama dalam peningkatan mutu tenaga kesehatan. Salah satu tenaga kesehatan yang berperan dalam pembangunan kesehatan adalah tenaga Asisten Apoteker.
“Perkembangan dan pertumbuhan masyarakat dewasa ini dan kecenderungan pelayanan kesehatan yang makin meningkat dan kompleks, memerlukan tenaga kesehatan yang memiliki sifat etis dan profesional.”ujar Uus Rusyamsi Afandi SKM, Kepala Sekolah SMK Bina Putera Nusantara Kota Tasikmalaya
Selain itu, lanjut Uus Rusyamsi Afandi, bahwa sekolah yang dipimpinnya diharapkan menjadi pusat keunggulan (centre of excelent) dibidang pendidikan keahlian dan menyiapkan tenaga kerja yang terampil, profesional, berakhlak mulia, serta berdaya saing nasional dan global sesuai dengan motonya bahwa “ SMK Bina Putera Nusantara Siap Menjawab Tantangan Global”
Walaupun baru berdiri enam tahun berdiri, ternyata peminat masyarakat menyekolahkan putra-putrinya ke SMK Bina Putera Nusantara cukup tinggi. Buktinya, tiap tahun jumlah pendaftar selalu membludak, dan tidak tertampung karena dibatasi kuota. Bahkan, banyak siswanya yang berasal dari luar Jawa seperti Papua, Bali, Cilacap, dan juga Malaysia.
Wakasek Humas & Hubin Eri Setiadi SE menambahkan, untuk tahun ajaran 2009/2010 jumlah peserta didiknya mencapai 878 siswa, sedangkan staf pengajarnya 60 orang dan apoteker 12 orang, serta tenaga TU sebanyak 16 orang. “Adapun prosentase kelulusan selama 3 tahun terakhir mencapai 100 persen, keterserapan yang bekerja maupun yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi sangat tinggi dan selama tiga tahun terakhir telah meluluskan asisten apoteker sebanyak 450 orang, beberapa alumni di wilayah Jawa Barat lulus seleksi CPNS serta diterima di beberapa PTN/PTS ternama,”paparnya.
SMK Bina Putera Nusantara yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan dan Kesehatan Bina Putera Nusantara yang kini ketuanya Drs.H.Jumli Sutisnawidjaya SH,M.Pd ini membuka 3 jurusan atau kompetensi keahlian yakni Farmasi, Kimia Analis dan Telematika Transmisi Telekomunikasi. “Namun yang paling diminati program keahlian farmasi,”katanya.
Profil lulusan SMK ini, menurut Uus Rusyamsi Afandi, untuk program keahlian farmasi yakni bisa bekerja di industri farmasi, lembaga farmasi TNI/Polri, pelayanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, klinik bersalin dll), berwirausaha/mendirikan warung obat, melanjutkan pendidikan ke PTN/PTS. Kemudian lulusan program keahlian kimia analis bisa bekerja di industri farmasi, industri makanan, minuman, tekstil, kimia, kosmetik serta bekerja balai penelitian pertanian balai balitro, di samping melanjutkan ke PTN/PTS. Sedangkan para lulusan program Telematika bisa menguasai dasar computer, dasar system telekomunikasi instalasi maupun operasi perangkat Transceiver ETA, bekerja di industri telekomunikasi, bekerja pada industru manufacture telekomunikasi.
“Selama ini, kami telah membina hubungan baik atau bekerja sama dengan puluhan perusahaan yang ada kaitannya dengan program kompetensi keahlian yang ada di SMK Bina Putera Nusantara. Juga telah berfungsi sektariat Bursa Kerja Nasional (BKK) untuk menyalurkan tenaga kerja bagi alumni.”jelas Uus Rusyamsi
Dalam upaya menunjang proses KBM dan pengembangan tenaga kerja siap menjawab tantangan global dunia ketenagakerjaan, maka SMK Bina Putera Nusantara yang terakreditasi “A” ini memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap, di antaranya yakni ruang teori sebanyak 29 rang kelas, laboratorium farmasi dasar dan farmasi industri, laboratorium farmakognosi, laboratorium biologi dan makrobiologi, laboratorium kimia dasar dan kimia analis, laboratorium transmisi telekomunikasi dan KKPI, warung obat berizin, perpustakaan lengkap, dan lainnya.
“Kami harap, kehadiran SMK Bina Putera Nusantara ini menjadi kebanggaan warga Kota Tasikmalaya, karena sekolah kejuruan farmasi dan kimia analis hanya satu-satunya di Priangan Timur, dan lulusannya banyak yang terserap dunia kerja ”ungkap Drs.H.Jumli Sutisnawidjaya SH,M.Pd, Ketua Yayasan Pendidikan dan Kesehatan Bina Putera Nusantara.(REDI MULYADI)***