MENTERI Pendidikan Nasional (Mendiknas), Prof. Dr. Muhamad Nuh, DEA, mengingatkan, sejalan dengan intruksi presiden, sekarang ini bukan saatnya lagi pendidikan dibatasi oleh sekelompok orang melainkan harus memosisikan sama antara status sosial, gender, kekurangan fisik, sehingga mereka bisa berkiprah untuk bangsa dan negara.
“Kita harus mampu memberikan kepedulian bagi orang lain termasuk untuk mereka yang membutuhkan perhatian khusus. Secara fisik mereka memiliki kekurangan padahal kenyataannya mereka itu bisa saja memiliki potensi yang lebih dari kita.” kata Mendiknas Prof. Dr. Muhamad Nuh, dalam acara kunjungan kerjanya ke SLBN (Sekolah Luar Biasa Negeri) Taruna Mandiri, di Sampora Kec.Cilimus Kab.Kuningan, kemarin
Mendiknas menandaskan, bahwa kita juga tidak boleh membeda-bedakan anak cacat maupun anak tidak cacat, karena mereka sama-sama mempunyai hak pendidikan memiliki hak untuk bekerja dan mereka memerlukan perlindungan sehingga kita harus memperlakukan mereka secara baik.
“Kami sangat memberikan perhatian serius terhadap anak-anak penyandang cacat. Oleh karenanya, sehubungan yang dikelola adalah orang berkebutuhan khusus maka fasilitas pun harus khusus, bahkan pengajarnya termasuk kesejahteraan gurunya pun harus bersertifikasi khusus pula. Untuk itu, kami butuh dukungan DPR RI kaitan dangan anggaran tersebut,” ujar Mendiknas, yang saat kunjungan ke Kuningan didampingi anggota Komisi X DPR-RI, H. Qomar.
Muhamad Nuh menjelaskan, bukan tanpa alasan apabila sesuatu yang khusus harus diikuti juga dengan khusus, tidak bisa yang khusus dikuti yang umum. ”Kami yakin dibalik ade-ade semua memiliki hikmah, untuk itu pihak pemerintah dan DPR RI akan memberikan pelayanan khusus kepada mereka yang membutuhkan kebutuhan khusus,” ungkap Mendiknas.(002)***