SDN 5 Cimanggu Berusaha Ciptakan SDM Handal

 

Ciamis, LINTAS PENA

Sekolah dasar merupakan awal pendidikan yang harus diperhatikan, terutama pada gurunya yang setiap hari memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya tanpa mengenal lelah. Dengan tulus ikhlas memberikan pelajaran, sehingga murid dapat memperoleh pendidikan yang layak, prestasi dan menemukan jadi dirinya.

“Selama ini, para guru berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di SDN 5 Cimanggu , agar tidak ketinggalan oleh sekolah dasar lainnya dalam upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang handal.” jelas H. Adang Iskandar, Kepala SDN 5 Cimanggu yang berada di lingkungan UPTD Pendidikan Langkaplancar Kab.Ciamis

Dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut, H. Adang Iskandar dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh 4 orang guru PNS, 1 guru sukwan plus 1 orang penjaga sekolah. Kini peserta didik yang menimba ilmu di SDN 5 Jadimulya sebanyak 166 siswa yang tiap hari digembleng agar menjadi SDM yang handal di kemudian hari.

H. Adang Iskandar menjelaskan, bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki SDN 5 Cimanggu cukup baik yakni sebanyak 7 ruang kelas, meski ada 1 ruang kelas lagi masih rusak sehingga perlu perbaikan. SDN 5 Cimanggu termasuk SD imbas juga termasuk kepada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), di samping prestasi yang diraih anak didik sekolah ini sempat menjadi juara tingkat kabupaten untuk lomba puisi, pupuh solo, dan IPA.

“Kami ingin membuktikan, meski lokasi sekolah kami cukup jauh dari pusat kota kabupaten t etapi prestasinya cukup membanggakan.” kilah Kepala SDN 5 Cimanggu saat ditemui LINTAS PENA di ruang kerjanya.(DENI KOSWARA/REDI RAHMAT EFENDI)***

Kenyamanan KBM Tingkatkan Kualitas Pendidikan di SDN 1 Jadimulya

Ciamis, LINTAS PENA

Dengan kondisi bangunan yang layak, maka diharapkan dapat memberi semangat kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa maupun guru, sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah bersangkutan.

“Kami berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan para anak didik. Apalagi sekarang beberapa ruang kelas sudah selesai direhab sehingga memberi kenyamanan dalam proses belajar mengajar.” ujar Husen, SPd. Kepala SDN 1 Jadimulya kepada LINTAS PENA.

SDN 1 Jadimulya lokasinya memang jauh dari pusat kota Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Ciamis. Namun dengan kondisi bangunan terutama ruang belajar yang nyaman, tentu saja memberikan semangat dalam proses kegiatan belajar mengajar. ”Staf guru siap meningkatkan mutu pendidikan siswa-siswi SDN 1 Jadimulya.”tuturnya.

Bahkan,lanjut Husen, para guru berusaha mempertahankan SDN 1 Jadimulya sebagai sekolah unggulan dilingkungan UPTD Langkaplancar.

Karena itu tak mengherankan,bila SDN 1 Jadimulya yang jumlah muridnya 115 siswa dengan 6 guru PNS dan 1 orang sukwan serta sarana prasarana yakni 7 ruang kelas yang cukup ‘nyaman’ baik ini banyak meraih prestasi baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, misalnya Juara I bidang akademik tingkat Kab. Ciamis. disamping prestasi di bidang olahraga dan kesenian.

Yoyo Jakaria S. Pd salah seorang guru pembimbing anak yang ikut lomba ditingkat kabupaten dalam cabang olahraga takraw, catur dan atletik (lompat tinggi). Selain itu, Yoyo Jakaria adalah guru yang berprestasi dalam Seni Pupuh Sunda juga sebagai pemain sembada dalam upacara adat. Pada upacara Hari Guru Nasional 2010, digelar dengan kegiatan lomba Pupuh Sunda antara guru2 kring barat dan kring selatan, ternyata Yoyo Jakaria meraih Juara-I tingkat Kecamatan Langkaplancar yang mewakili guru-guru dari daerah kring selatan.

“Sebagai sekolah unggulan,kami akan terus berupaya mempertahankan dan bahkan lebih meningkatkan prestasi di segalang bidang.” ungkap Yoyo Jakaria. (DENI KOSWARA/REDI RAHMAT EFENDI)***

 

Yana “Petugas Puskesmas Desa Langkaplancar Siap Layani Masyarakat “

Kab. Ciamis, LINTAS PENA

Selama ini, warga Desa Langkaplancar dan sekitarnya di Kec. Langkaplancar Kab. Ciamis tentunya akan mengenal nama Yana, sosok petugas Puskesmas Desa Langkaplancar yang selalu siap melayani masyarakat tanpa mengenal lelah dan waktu. Bahkan, pengabdiannya terhadap masyarakat dilakukan tiap hari selama 24 jam. Sebab, selain dikenal petugas medis di Puskesmas tersebut, juga dia memiliki keahlian dalam mengkhitan.

“Apa yang saya lakukan ini merupakan tuntutan tugas dalam memberikan layanan kesehatan terhadap masyarakat secara optimal, baik di Puskesmas maupun di linkungan tempat tinggal, baik siang ataupun malam,” ungkap Yana merendah.

Karena memiliki keahlian sebagai juru “sunat” khitan, maka tak mengherankan bila Yana makin akrab dan dikenal masyarakat, terutama setelah memakai peralatan medis yang canggih (Sinar Laser) yang hasilnya cukup baik. Hal itu dibuktikan saat mengkhitan putranya Odin di Dusun Cijalu Desa Langkaplancar.

“Saya hanya memanfaatkan kecanggihan teknologi medis untuk alat khitan agar hasilnya bagus dan tidak terasa nyeri oleh anak yang dikhitan.Dengan menggunakan alat canggih ini pekerjaan pun menjadi relative singkat, cepat, tepat, dan hasilnya memuaskan.” tuturnya.

Warga desa setempat mengakui pengabdian seorang Yana yang tulus ikhlas dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, baik yang datang ke tempat kerjanya di Puskesmas maupun ke rumahnya, dan bahkan di undang ke rumah pasien untuk pengobatan. (DENI KOSWARA/REDI RAHMAT EFENDI)***

SMPN Santap 1 Karangjaya Jadi Tumpuan Harapan Warga Karangjaya

 

Kab.Tasikmalaya, LINTAS PENA


Selama ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional terus mendirikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) satu atap di tiap daerah yang penduduknya memiliki angka partisipasi bersekolah relatif rendah.Penyelenggaraan program SD-SMP satu atap dilaksanakan untuk membantu siswa SD di daerah pelosok dan terpencil yang mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, karena tidak adanya SMP di daerah tersebut.
Salah satunya adalah SMPN Satu Atap 1 Karangjaya yang berdiri sejak tahun 2006 ini berlokasi di Desa Citalahab Kec.Karangjaya Kab.Tasikmalaya yang berbatasan dengan wilayah Kab. Ciamis. Pada saa ini, Kepala SMPN 1 Satu Atap Karangjaya dijabat oleh Drs. Bunyamin yang tugas kesehariannya dibantu oleh 3 guru PNS, 12 guru sukwan beserta TU.
“Kehadiran SMPN 1 Satu Atap Karangjaya memang menjadi tumpuan harapan bagi warga Kec. Karangjaya dan sekitarnya untuk menyekolahkan putra-putrinya,” ungkap Dede Herdianasalah seorang guru honorer, karena Drs. Bunyamin yang hendak diwawancarai kebetulan sedang melaksanakan tugas dinas di kabupaten.
Dede Herdiana menjelaskan, bahwa jumlah peserta didik di SMPN 1 Satu Atap Karangjaya sekarang tercatat sebanyak 85 siswa. Sedangkan sarana prasarana yang dimiliki sekolah ini cukup memadai dengan adanya ruang komputer, menjahit dan lab. IPS. Juga prestasi yang diraih pun cukup menggembiraan terutama untuk cabang olahraga volley ball.
“Setiap tahun, jumlah peserta didik di SMPN 1 Satu Atap Karangjaya terus meningkat, dan ini membuktikan minat warga untuk menyekolahkan putra putrinya cukup tinggi. Karena tujuan diselenggarakannya sekolah satu atap ini bertujuan untuk melaksanakan pemerataan program wajib belajar sembilan tahun yang diharapkan dapat dituntaskan,” paparnya. (DENI KOSWARA/REDI RAHMAT EFENDI)***

Wawat Rahayu H S.Pd Mampu Memimpin dan Memajukan SMP Negeri 9 Banjar

 

Banjar, LINTAS PENA

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjar dinilai tepat memilih Wawat Rahayu H.S.Pd sebagai Kepala SMPN 9 Banjar, karena selain merupakan guru senior dari SMPN 5 Banjar, juga dia memiliki track record paling baik. Karena itu diharapkan, dia sanggup memimpin dan mendorong sekolah ini menjadi berkembang dan maju dari segala bidang.

“Hal ini bisa dibuktikan, karena tak perlu waktu lama Bu Wawat Rahayu bisa mendapatkan bantuan dana untuk 3 lokal rombel kelas, yang sumber dananya untuk 2 ruang kelas dari bantuan Bank Jabar Banten melalui Walikota Banjar dan 1 ruang kelas lagi merupakan bantuan dari dana APBN,” ungkap Asep Hidayat BBAKepala Desa Batulawang yang kantornya berdekatan dengan kampus SMPN 9 Banjar.

Sementara itu, Wawat Rahayu H S.Pd yang ditemui LINTAS PENA mengatakan, walaupun SMP Negeri 9 Banjar merupakan sekolah yang dalam masa transisi/peralihan dari sekolah swasta menjadi sekolah yang berlabelkan negeri, namun dirinya akan berupaya keras untuk memperjuangkan lembaga pendidikan yang dipimpinnya semaksimal mungkin.

“Dengan kerjasama dan kebersamaan antara keluarga besar sekolah dengan komite sekolah sebagai kepanjangan tangan orangtua siswa, maka perjuangan kami untuk kemajuan SMPN 9 Banjar akan segera terwujud, dan salah satunya mendapatkan bantuan untuk 3 rombel kelas,” jelas Wawat Rahayu.

Guntur Nugraha S. Pd Wakasek SMP Negeri 9 Banjar menambahkan, pihak sekolah bukan sekedar peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang sekarang sedang dipacu, namun dari kualitas mutu pendidikannya pun sama dipacunya. Dalam hal ini, misalnya prestasi akademik SMP Negeri 9 Banjar menjadi juara IV Story Telling, Juara II “Ngadongeng Basa Sunda”, Juara II OSN Matematika perwakilan Kota Banjar tahun 2009 dan tahun 2010, Juara II OSN IPA Biologi dan Juara II OSN IPS perwakilan Kota Banjar tingkat Propinsi Jawa Barat.

Selanjutnya prestasi dari non akademik misalnya, Juara Favorit Audisi Band OSIS SMK Pasundan 1 Banjar, Juara Harapan I Sepakbola Walikota Cup, Juara Umum Marathon 7 Km Wakil Walikota Cup, Juara II puteri Hiking Rally SMAN SABAN XI se Jawa Barat dan Jawa Tengah tahun 2010, dan Juara II putri Lomba Lintas Alam (L2A) OSIS SMA Al-Azhar Banjar tahun 2010. (TOTO SUYANTO)***

 

Kepala SMPN 1 Tambaksari Kini Dipimpin Putra Asli Daerah

Ciamis, LINTAS PENA

Kepala SMP Negeri 1 Tambaksari kini dipimpin oleh putra asli daerah, yakni Drs.Dede.Sukandidan sejak itu mengalami banyak kemajuan, sarana-prasarana maupun kualitas pendidikan di sekolah ini terus meningkat, meski lokasi sekolah ini berada di daerah pinggiran perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.

“Setelah dipimpin oleh putra asli daerah setempat, keberadaan SMPN 1 Tambaksari mengalami banyak kemajuan, baik sarana-prasarana maupun kualitas pendidikannya terus meningkat. Kami optimis, Drs. Dede Sukandi dapat membawa sekolah ini ke arah yang lebih maju dari sebelumnya.” ungkap Drs.Rosad, seorang tokoh pendidikan di Kec. Tambaksari.

Rosad mengatakan Disdik Ciamis menempatkan Drs. Dede Sukandi sudah tepat, sebagai Kepala SMP Negeri 1 Tambaksari, yang berdedikasi tinggi dalam memajukan dunia pendidikan di daerahnya.

Sementara itu, Dede Sukandi kepada LINTAS PENA mengaku, bahwa semua keberhasilan yang selama ini diraih oleh SMPN 1 Tambaksari dari adanya kerjasama yang berkesinambungan antara keluarga besar sekolah, orangtua siswa, Muspika Kec.Tambaksari dan seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap kemajuan pendidikan.

“Bagi saya yang hanya seorang PNS merupakan abdi negara yang harus selalu siap ditugaskan dimana saja dan harus bekerja secara professional dalam memajukan dunia pendidikan, terutama lembaga pendidikan yang saya pimpin. Karena saya dan guru lainnya punya tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas melalui lembaga pendidikan yakni sekolah.” tegas Dede.

Sukiman A M.Pd Waka Kurikulum SMP Negeri 1 Tambaksari menambahkan, bahwa SMP Negeri 1 Tambaksari punya warna tersendiri dari sekolah lain, misalnya, untuk bidang study pendidikan agama dijadikan nomer satu, disamping penegakkan kedisiplinan juga dianggap bagian terpenting dalam peningkatan mutu kualitas pendidikan. Karena satu dan yang lainnya saling berkaitan, misalnya pendidikan keagamaan berpengaruh besar sekali dalam moraliti siswa, apalagi banyaknya kasus disekolah lain dari asusila dan narkoba karena kurangnya penanaman pendidikan agama yang kuat disekolah tersebut.

“Dalam hal ini, misalnya siswa dibiasakan sebelum masuk kelas diwajibkan sembahyang duha dan tadarusan dari hari selasa sampai hari jum’at sesuai visi dan misi sekolah yaitu menciptakan siswa-siswi yang religius dan berahlakkul karimah, “tutur Sukiman A M.Pd

Namun, di bidang yang lainnya pun sama ditingkatkan, misalnya seni dan budaya yaitu degung dan karawitan menjadi andalan SMP Negeri 1 Tambaksari. Kemudian olahraga sama berprestasi SMP Negeri 1 Tambaksari dan bisang lainnya sesuai dengan kategori sekolah rintisan SSN (Sekolah Standart Nasional).

“Meskipun demikian kami merasa belum puas, karena dari sarana dan prasarana masih banyak kekurangan sesuai dengan peningkatan siswa baru tiap tahunnya, maka kami masih mengharapkan bantuan selanjutnya untuk rombel kelas dan laboratoium dan lainnya. Karena itu, mudah-mudahan pemerintah dapat segera memenuhi kekurangan terseut sesuai dengan cita-citakan sekolah unggulan masa depan, “ jelas Dede Sukandi dan Sukiman A di rauang kerjanya. (TOTO SUTANYO) ***

 

Petani dari 3 Desa di Lakbok dan Purwadadi Tuntut Pemerintah Membangun Irigasi Sear Talang Beton

Ciamis, LINTAS PENA

Selama 40 tahun lebih, sekitar 145 hektar lahan sawah milik petani dari 3 desa seperti Desa Karangpaningal dan Desa Kertajaya Kec. Lakbok dan Desa Sukamulya Kec. Purwadadi, Kabupaten Ciamis menuntut kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk segera membangun sarana pengairan berupa irigasi sear talang beton.

“Karena kondisi lahan pesawahan milik kami merupakan sawah tadah hujan, maka kami mengharapkan pemerintah untuk membangun irigasi sear talang beton, agar dapat mengairi pesawahan milik para petani di tiga desa,” ujarWagiman, petani di Desa Karangpaningal kepada LINTAS PENA.

Karena termasuk lahan pesawahan tadah hujan, maka jika musim kemarau panjang, para petani dari 3 desa tersebut kelabakan akibat kesulitan air. Bahkan selama ini, para petani mengaku syukur adanya pemerintah desa khususnya Pemerintah Desa Karangpaningal dengan memberikan bantuan berupa mesin pompa air, meski mereka terpaksa harus dengan pelapis bata sebanyak 80 kg/ha.

“Sebenarnya, para petani merasa sangat terbantu dengan adanya pompanisasi sehingga dapat mengairi pesawahan mereka, meski harus membayar tiap kali panen dengan gabah kering sebanyak 80 kg/ha. Namun, kami merasa sangat terbebani dengan harus membayar tersebut, khususnya ketika kami mengalami gagal panen. Para petani harus membayar, karena pompanisasi itu harus membayar kepada pengelola dari pengusaha setempat, bukan dikelola oleh Pemdes Karangpaningal,” jelas Wagiman diamini petani lain.

Uhin S.IP selaku Kepala Desa Karangpaningal mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat petani di desanya, tetapi tidak bisa berbuat banyak. Karena pihak Pemdes Karangpaningal sudah melakukan berbagai upaya, termasuk mengajukan proposal bantuan pembangunan irigasi sear talang beton kepada pemerintah melalui Balai Besar Procit Ciwulan maupun pemerintah daerah. “Namun sampai saat ini, permohonan bantuan kepada pemerintah pusat dan daerah tidak mendapat respon. Padahal kebutuhan air sangat mendesak bagi para petani di tiga desa ini,”tuturnya.

Karena itu, lanjut Uhin, pihak Pemdes Karangpaningal berinisiatif memberikan bantuan pompanisasi yang dikelola pihak pengusaha di daerahnya, mengingat keterbatasan dana anggaran yang dimiliki desa untuk pengelolaan pompanisasi. Pemdes setempat memberikan 4 buah mesin pompa air dan pengelolaannya diserahkan kepada pengusaha setempat. Karena tidak ada dana pemeliharaan pompa air dan demi kelangsungan pengairan sawah milik warga, maka pengelola memungut bayaran berupa gabah kering sebanyak 80 kg/ha tiap kali panen.

“Kami memang sering menerima keluhan mengenai pemungutan hasil panen padi dari para petani untuk biaya pemeliharaan mesin pompa air itu. Kami pun tahu kondisi ekonomi masyarakat di Desa Karangpaningal dan desa lainnya merasa keberatan terhadap pemungutan tersebut. Namun apa hendak dikata, mesin pompa air itu membutuhkan dana, sedangkan anggaran dana di pemdes angat terbatas.”jelas Uhin.

Karena itulah, lanjut Uhin, pemerintah Desa Karangpaningal dan pemdes lain mengharapkan sekali bantuan dari pemerintah untuk terlaksananya pembangunan irigasi sear talang beton untuk mengairi sekitar 145 hektar lahan pesawahan milik warga petani. ”Semoga saja proposal permohonan bantuan kepada pemerintah pusat maupun daerah terealisasi,”katanya.

Sementara itu, Ir.Tarsuci selaku PPK Bidang Pengairan Balai Besar Procit Ciwulan mengaku sangat prihatin melihat keadaan masyarakat khususnya para petani di 3 desa tersebut, yang tidak bisa mengairi areal lahan pesawahannya. Namun pada sisi lain, Balai Besar Procit Ciwulan sekarang tidak menganggarkan proyek berbiaya kecil. Hal ini semestinya pihak birokrasi yang membidangi insfrastruktur pertanian Kab.Ciamis, misalnya Bagpro yang harus bertanggung jawab.

“Walaupun demikian, kami dari Balai Besar Procit Ciwulan tidak akan tinggal diam, justru mendorong masyarakat melalui koordinasi dengan pihak Bagpro Kab. Ciamis. Apalagi untuk anggaran tahun 2010, kami tak akan selesai merenovasi irigasi induk dan diharapkan bisa selesai secara keseluruhan pada tahun 2015. Kalau renovasi irigasi induk selesai, maka anggaran-anggaran kecil seperti pembuatan irigasi sear talang beton bisa terealisasikan,” jelas Ir. Tarsuci kepada LINTAS PENA pekan kemarin. (TOTO SUYANTO)***