Posts from the ‘LINTAS SEKOLAH’ Category

Risman Nurahman: “Pengabdian Seorang Guru Sukwan”


JASA guru dalam ikut mencerdaskan rakyat Indonesia sudah sepantasnya dihargai. Pemerintah penuh perhatian dengan menaikkan gaji guru PNS dalam rangka mensejahterakan kehidupan para guru. Tapi, masalahnya justru sekarang terjadi ketimpangan kehidupan diantara para guru. Pemeriantah mestinya harus memperhatikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Betapa tidak! Bayangkan, gaji guru PNS sekarang rata – rata mencapai 2 juta-an, sementara guru honorer (sukwan) gajinya ala kadarnya.Bahkan tidak sesuai dengan UMR di daerah masing-masing.

Selama ini, banyak guru sukwan yang hanya mendapat gaji sekitar 100 -300 ribu rupiah, termasuk di wilayah Timur. Padahal antara guru PNS dan guru sukwan sama – sama bekerja dalam panjang waktu yang sama. Artinya, pengabdian guru sukwan tak kalah besar dan bertanggung jawab mendidik para peserta didik dalam KBM, meski menerima honor yang minim.

”Bagi saya, profesi sebagai guru merupakan panggilan jiwa, yang harus ditekuni dengan sepenuh hati,”ungkap Risman Nurahman, guru sukwan di SDN Bojongsari di lingkungan UPTD Pendidikan Kawalu Kota Tasikmalaya.

Karena pekerjaannya itu merupakan panggilan jiwa, maka tak mengherankan bila Risman tampak enjoy menikmatinya sebagai guru sukwan yang ditekuni dengan sepenuh hati sejak tahun 2005. Dia tak pernah mengeluh dengan ’gaji’ honor yang diterimanya memang sangat kecil.

“Ya, harus bagaimana lagi?! Saya selalu bersyukur dan menerima apa adanya. Hal penting bagi saya, yakni bisa mengabdikan diri kepada negara melalui dunia pendidikan, terutama sebagai pendidik,”tutur guru kelas tiga yang juga mengajar di madrasah di kampung halamannya ini.

Walau sebenarnya, Risman dan para guru sukwan lain di seluruh Indonesia selalu berharap, bahwa suatu saat akan diangkat menjadi guru PNS dan menikmati gaji yang layak sesuai dengan pengabdiannya. “Semoga saja, keinginan dan harapan saya beserta rekan guru sukwan lainnya menjadi kenyataan dan mendapat perhatian dari pemerintah,”katanya.

Kalaupun keinginan dan harapan itu entah kapan akan terwujud, memang seharusnya pemerintah dapat mensejahterakan para ’tenaga pendidik’ guru sukwan, setidaknya memberikan tunjangan sesuai UMR di daerahnya masing – masing. Biar tidak terjadi adanya diskriminasi ! (REDI MULYADI/RATNA SARI DEWI)***

SMPN 19 Tasikmalaya Sebagai Kampus Berbasis Lingkungan dan Menuju SSN 2012

Kota Tasikmalaya, LINTAS PENA
SMPN 19 Kota Tasikmalaya yang berada di Jl.Leuwidahu ini berusaha mewujudkan sebagai kampus ‘berwawasan’ berbasis lingkungan, karena suasana lingkungan sekitarnya yang cukup mendukung. Juga berusaha menjadi sekolah unggul dalam prestasi menuju Sekolah Standar Nasional (SSN) pada tahun 2012 mendatang.

“Untuk mewujudkan sebagai kampus berbasis lingkungan, maka kami terus berusaha menata lingkungan kampus dengan melakukan penanaman tanaman produktif, agar suasana terasa teduh, dan rindang sehingga nyaman sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Juga anal-anak melakukan kegiatan kebersihan secara rutin.”ujar Ade Sumirat SPd, Kepala SMPN 19 Tasikmalaya kepada LINTAS PENA.

Dalam mendukung tujuan tersebut, sebenarnya Dinas Pertanian Kota Tasikmalaya sempat memberikan bantuan beberapa jenis tanaman produktif seperti rambutan, jeruk, mangga, petai besar untuk ditanam di lingkungan kampus.Namun sayangnya, karena kampus SMPN 19 Tasikmalaya ini berdiri di atas tanah bekas lahan sawah (berair), sehingga kurang cocok untuk pertumbuhan tanaman produktif.

“Walau begitu, kami berupaya untuk menanam jenis tanaman peneduh yang dapat tumbuh di lingkungan kampus,”ujarnya.


Menuju SSN 2012

Walaupun berada dipinggiran pusat kota, tepatnya di Jl.Leuwidahu Kec.Indihiang, tetapi nama SMPN 19 Kota Tasikmalaya sudah cukup dikenal luas. Karena animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya cukup tinggi. Buktinya, pada tahun ajaran 2009/2010 jumlah muridnya tercatat sebanyak 778 siswa yang dibimbing oleh 37 orang staf pengajar

”Setiap tahun ajaran baru, jumlah siswa yang masuk ke sekolah kami terus meningkat, seiring dengan upaya kami meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik maupun staf pendidik,”jelas Ade Sumirat,SPd.

Apalagi pada UN 2010 kemarin, SMPN 19 Kota Tasikmalaya masuk peringkat kelima ’lima besar’ UN Terbaik se-Kota Tasikmalaya dengan tingkat kelulusan 99,5% dari 222 siswa kelas IX.”Alhamdulillah, hasil UN kemarin sangat memuaskan,”tuturnya.

Dengan masuk peringkat kelima UN Terbaik dan sejumlah prestasi yang diraihnya selama ini, merupakan suatu bekal bagi SMPN 19 Kota Tasikmalaya dalam menuju Sekolah Standar Nasional (SSN) tahun 2012, terutama demi meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan di sekolah lanjutan ini. Hal ini sesuai dengan ini yang diembannya yaitu menggerakkan semua potensi yang ada baik sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana; meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT; engembangkan situasi sekolah yang aman, tentram, tertib dan teratur; dan berusaha secara terus menerus untuk meningkatkan prestasi. Adapun visinya adalah optimal dalam pembelajaran, bernuansa religius, damai dalamkebersamaan dan unggul dalam prestasi menuju Sekolah Standar Nasional tahun 2012

”Dalam menghadapi perubahan status menjadi SSN pada 2012 merupakan tantangan bagi kami, semua dewan guru untuk lebih giat melakukan berbagai kegiatan belajar mengajar(KBM),”sambung.

Prestasi

Karena untuk mencapai target menjadi SSN, menurut Ade Sumirat SPd, ada 8 standar yang harus dikembangkan yakni standar isi, standar kelulusan, standar manajemen sekolah, standar penilaian pendidikan, standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar sarana dan prasarana, serta pengembangan pendidikan dan lingkungan sekolah.

Kalau bicara soal prestasi, SMPN 19 Kota Tasikmalaya tak kalah dengan SMP lain, misalnya Dede Hendra kelas 9 menjadi Juara II Kejuaraan Tinju Amatir 2010 Tingkat Jawa Barat, kemudian Riska Risma Dewi sebagai Komandan Pramuka Terbaik Kwarcab Kota Tasikmalaya dan masih banyak prestasi lainnya, termasuk di bidang kesenian.

Selain itu, sarana dan prasarana pendukung demi meningkatnya kualitas pendidikan menuju SSN 2012, SMPN 19 Kota Tasikmalaya kini memiliki gedung lantai dua yang cukup representatif, laboratorium IPA dan bahasa Inggris, ruang perpustakaan UKS dan lainnya. Begitu pun dengan sarana olahraga seperti lapangan basket dan bola voli yang terpisah cukup memadai. Bahkan, untuk sarana olahraga sempat memperoleh bantuan dari Kementerian Olahraga dan Pemuda sebesar Rp.50 juta atas prakarsa Komite Sekolah yang diketuai H.Damid Sutanto.

”Selama ini, hubungan kami dewan sekolah dengan komite sekolah harmonis dan saling mendukung, terutama demi meninngkatkan kualitas pendidikan di SMPN 19 Tasikmalaya untuk meraih status SNN pada tahun 2012 mendatang,”tutur Ade Sumirat mengakhiri obrolan. (REDI MULYADI)***

SMPN 9 Tasikmalaya Menggelar Peringatan Maulid Nabi Tiap Kelas

Kab.Tasikmalaya,LINTAS PENA

ADA hal menarik dan unik tatkala menyaksikan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di SMPN 9 Kota Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. Betapa tidak! Karena di sekolah ini, acara ‘muludan’ diselenggarakan di masing-masing kelas yang dikemas sedemikian rupa, kemudian dinilai oleh tim juri. Kegiatan keagamaan tersebut di SMP sudah berlangsung sejak dua tahun dan mungkin pertama ada di Kota Tasikmalaya sebuah sekolah lanjutan yang menyelenggarakan kegiataan keagamaan semacam ini di masing-masing kelas.

“Sejak dua tahun lalu, kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah kami selalu diselenggarakan di masing-masing kelas.Adapun tujuannya, yakni untuk mengetahui kreativitas siswa dalam mengapresiasi hari kelahiran Rasulullah SAW, di samping menggelar suatu acara secara mandiri,”ungkap Drs.H.Asep Furqonuddin MM, Kepala SMPN 9 Tasikmalaya.

Pelaksanaan acara peringatan Maulid Nabi tersebut sepenuhnya diserahkan kepada siswa, mulai dari pembawa acara, membaca Al Quran, sholahat nabi, nasyid atau qasidah hingga ceramah. Bahkan, masing-masing kelas membuat nasi tumpeng yang dihias sedemikian rupa untuk dinilai tim juri, sebelum dimakan bersama-sama. Selain itu, masing-masing kelas berusaha menampilkan acara muludan yang ‘gebyar’ menarik.

Dengan adanya kreativitas para siswa tersebut, maka pihak sekolah pun berinisiatif yakni dengan melakukan penilaian ke tiap kelas yang berjumlah 22 kelas, dan kemudian memberikan penghargaan bagi kelas yang menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terbaik.

H.Asep Furqonuddin menjelaskan, bahwa esensi peringatan ’muludan’ di masing-masing kelas, dimaksudkan untuk menanamkan kepada siswa agar memiliki rasa tanggung jawab serta memiliki kemampuan menggelar suatu acara.Pokoknya, para siswa SMPN 9 yang berjumlah 1.000 siswa itu melakukan peran keseluruhan acara.


”Karena para siswa telah mampu menggelar satu acara semacam ini, maka harapan kami mereka dapat membuktikan kemampuannya dalam kehidupan bermasyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, misalkan sebagai penceramah atau membaca al-Quran dan lainnya,”katanya.

Dengan diselenggarakannya acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan kegiatan lainnya, lanjut H.Asep, ternyata pihak sekolah pun dapat melihat potensi atau bakat yang dimiliki masing-masing siswa.”Juga kita bisa melihat tanggung jawab kebersamaan mereka dalam mensukseskan suatu acara,”tuturnya.(REDI MULYADI)***

SMPN 1 Padakembang Cetak Siswa Berprestasi Lewat O2SN dan FL2SN


Kab.Tasikmalaya,LINTAS PENA

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Padakembang, Jln.Bantar Payung Desa Cisaruni Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya menyelengarakan Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) pekan lalu.Secara resmi kegiatan ini dibuka secara resmi oleh kepala sekolah SMPN 1 Padakembang, Jae Juarsa, S.Pd., M.Pd. Kedua kegiatan dilaksanakan pasca Ujian Akhir Semester (UAS), dan dimaksudkan untuk mengisi jadwal kegiatan siswa menjelang pembagian rapor. O2SN dan FL2SN diselenggarakan selama satu minggu.

O2SN mempertandingkan berbagai macam cabang olah raga seperti bola Voli, basket, futsal, bulu tangkis, tenis meja dan atletik, sedangkan untuk FL2SN kegiatan yang dipertandingkan antara lain nyanyi solo, tari kreasi, baca puisi, pupuh, story telling, vocal group dan MTQ. ”Kedua kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan berjenjang dari mulai tingkat sekolah, tingkat wilayah, tingkat propinsi dan tingkat nasional. Selain untuk tujuan prestasi kegiatan ini dimaksudkan untuk pengembangan bakat dan minat siswa. ”ujar Jae Juarsa, S.Pd., M.Pd

Jae menjelaskan, dari kegiatan ini telah banyak melahirkan siswa-siswi berprestasi ditingkat wilayah.yang mempunyai potensi ditingkatkan dan dibina secara lebih serius lagi. Tahun 2009 ini, untuk yang kedua kalinya SMPN 1 Padakembang menyelenggarakan kegiatan ini. Pihak sekolah telah menyediakan hadiah berupa piagam penghargaan dan uang pembinaan bagi siswa yang meraih juara. Untuk juara kesatu disediakan uang pembinaan sebesar Rp.1 juta rupiah, juara kedua Rp. 500 ribu dan juara ketiga Rp. 350 ribu.

Penyelenggaraan maupun hadiah yang akan diberikan merupakan kesepakatan antara pihak sekolah dan komite sekolah. Pihak panitia terdiri dari guru pembina kesiswaan dan guru bidang pengembangan diri. Animo siswa SMPN 1 Padakembang dalam mengikuti kegiatan ini sangat besar, terlihat dari hampir seluruh siswa mengikuti semua cabang olah raga maupun kesenian yang dipertandingkan.

Adapun hasil dari kedua kegiatan antara lain seperti juara 1 FLS2N Desain Motif Batik yang di raih oleh Ramdani Nugraha,Juara 2 FLS2N Bintara yang di raih oleh Delia Fitri, Juara 2 FLS2N Seni Kriya yang di raih oleh Ipan Septiawan, Juara 2 FLS2N Pupuh putra yang di raih oleh Suherlan,Juara 2 FLS2N Tari Kreasi yang di raih oleh Siti Nur Azizah,Raden Ersi Herlianti,Linda Siti Rojani,Nurhayati,Lusi Angraeni,Juara 3 FLS2N Ngadongeng Putra Putri yang di raih oleh Rachmi Rohmatunnisa dan Muhammad Nur A,Juara 2 O2SN Catur yang di raih oleh Supriyadi,Juara 3 O2SN BKC yang di raih oleh Siti Nur Hasanah Putri sedangkan Putranya di raih oleh Taufik Hidayat,Juara Harapan 1 untuk Siswa Berprestasi di raih oleh Bella Nuraini

Segudang prestasi yang telah diraih tak lepas dari kiprah dan peran serta Kepala Sekolah SMPN 1 Padakembang Jae Juarsa.SPd.,MPd.peserta para guru pengajarnya Dia dengan segala upaya memajukan SMPN 1 Padakembang sehingga banyak mengalami perubahan. Bukan hanya siswa yang menorehkan prestasi yang gemilang di dunia pendidikan, sosok seorang Kepala Sekolah inipun tidak ketinggalan.

.Hal ini disampaikan kemarin kepada Lintas Pena diruang kerjanya di katakannya Dia akan terus berjuang menyempurnakan mutu pendidikan di sekolah yang ia pimpin. “Kedepannya saya menginginkan SMPN 1 Padakembang menjadi Sekolah favorit dan berprestasi,” ujarnya.

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat Padakembang dan juga pemerhati pendidikan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kemajuan yang diraih SMPN 1 Padakembang sangatlah pesat apalagi sekarang ini dipimpin oleh Kepala Sekolah yang mumpuni di bidang pendidikan,” Saya berharap, Pak Jae Juarsa SPd.,MPd. dapat mempertahankan segala prestasi siswanya yang telah diraih. Sehingga apa yang dicita-citakannya dapat terwujud.” (WARTONO/REDI.M)***

SMK/STM Manangga Pratama : “Ciptakan Keahlian Mandiri dan Berikan Kemampuan Khusus”

SEIRING dengan program pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya dalam bidang teknologi, maka SMK/STM Manangga Pratama yang berada di bawah naungan Yayasan Manangga Pratama Tasikmalaya ini berupaya memberikan keempatan kepada calon siswa baru untuk mengikuti pendidikan dengan biaya yang sangat terjangkau dan memiliki prospek yang sangat dibutuhkan lapangan kerja.

”Untuk itu, kami SMK/STM Manangga Pratama berusaha memberikan keterampilan khusus sesuai dengan harapan pembanngunan dewasa ini, yakni diperlukan tenaga ahli siap kerja yang memiliki kemampuan hidup mandiri,”ungkap Japar Solihin SPd, Kepala SMK/STM Manangga Pratama Tasikmalaya.

Hal itu sesuai dengan visinya yakni ’menjadikan SMK/STM Manangga Pratama Tasikmalaya sebagai pusat pendidikan dan latihan yang akan menghasilkan generasi yang siap kerja dan mampu hidup mandiri.’ Untuk menunjang terlaksanakanya visi tersebut, maka SMK/STM Manangga Pratama menyelenggarakan program keahlian yang menunjang tuntutan lapangan kerja dan mampu berwirausaha, kemudiaan berusaha sekuat tenaga untuk terlaksananya kegiatan pendidikan yang berorientasi pada Life Skill education melalui penyediaan sarana pendidikan yang memadai sesuai tuntutan zaman.

”Selain itu, kami melaksanakan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri baik dalam maupun luar negeri, sehingga terwujudnya sinkronisasi materi yang diajarkan serta dapat diterapkan secara tepat guna.Selama ini, kami menjalin kerjasama dengan industri pasangan di antaranya dealer resmi Suzuki PT Cakra Putra Parahyangan, PO Do’a Ibu, Subur Jaya Motor, Pratama Motor dan CV Indo Sarana Motor,”jelas Japar Solihin SPd, yang meraih prestasi sebagai Kepala Sekolah Terbaik Kedua Tingkat Kota Tasikmalaya ini.

Pada awal berdirinya tahun 1997, jumlah peserta didik SMK/STM Manggala Pratama hanya 80 siswa, tapi sekarang jumlahnya telah mencapai 460 siswa terutama setelah kepala sekolah dijabat oleh Japar Solihin SPd sejak tahun 2006. Dalam melaksanakan tugasnya, dia dibantu oleh 30 orang guru yang sudah ahli dan 10 orang staf TU. SMK/STM Manangga Pratama membuka bidang keahlian Teknik Mesin dan Teknik Informatika.Sedangkan program keahliannya meliputi Teknik Mekanik Otomotif yang sudah Terakreditasi ”A”, kemudian Teknik Sepeda Motor Kecil dan Besar, serta rekayasa perangkat lunak (TI).

Dalam mensosialisasikan keberadaan SMK/STM Manangga Pratama kepada masyarakat atau SMP-SMP yang ada di Kota Tasikmalaya, selama ini Japar Solihin memanfaatkan potensi yang ada pada siswa, karena para siswa sekolah kejuruan ini memiliki prestasi gemilang di bidang olahraga (karate, sepakbola, voli bal dll) maupun kegiatan ektrakulikuler (pramuka, PKS dll).

Hal menarik di SKM/STM Manangga Pratama, yakni seluruh siswa yang sudah masuk lingkungan kampus tidak bisa ’bermain’ di luar, karena pintu gerbang langsung ditutup. ”Ini merupakan salah satu bentuk disiplin dan membiasakan diri untuk tidak membolos, karena nanti kalau sudah bekerja bahwa disiplin kerja itu penting, dan mereka sudah terbiasa tidak melakukan bolos kerja,”tuturnya. (REDI MULYADI)***

SMPN 5 Kota Tasik Berupaya Wujudkan Sebagai Model Pengelolaan SMP RSBI

Tasikmalaya, LINTAS PENA
Sejak SMP Negeri 5 Kota Tasikmalaya menjadi Model Pengelolaan SMP Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), tentunya dituntut untuk dapat meningkatkan kemampuannya di segala bidang, baik prestasi siswa di bidang akademik maupun non-akademik serta prestasi staf guru, meningkatkan sarana – prasarana dan lain sebagainya.Hal ini pun sesuai dengan misi SMPN 5 Tasikmalaya periode 2009-2013 yang kini dipimpin oleh Drs.H.Dadang Abdul Patah MM yakni “Terwujudnya Sekolah yang Unggul, Inovatif, Kompetitif dalam Iptek serta Berwawasan Global didasari Iman dan Taqwa”
Dalam mewujudkan visi tersebut, maka misi yang diemban SMPN 5 Kota Tasikmalaya antara lain; Terwujudnya lulusan yang cerdas,kompetitif dalam perkembangan IPTEK di era globalisasi, cinta tanah air, beriman dan bertaqwa; Terwujudnya PAIKEM dan bertaraf internasional; Terpenuhinya standar sarana prasarana pendidikan yang relevan dan bertaraf internasional; Terpenuhinya standar sarana prasarana pendidikan yang relevan dan bertaraf internasional;Terselenggaranya sistem manajemen mutu bertaraf internasional dan berbudaya lingkungan; Terwujudnya keunggulan dalam meraih prestasi baik akademik maupun non akademik dievent tingkat nasional maupun internasional.
Drs.Dadang AP menjelaskan, untuk saat ini jumlah peserta didik di SMPN 5 Kota Tasikmalaya tercatat sebanyak 1.097 siswa dengan 28 kelas yang terdiri dari 6 kelas RSBI, 10 kelas bilingual dan 12 kelas reguler.Sedangkan staf pendidiknya tercatat sebanyak 72 guru yang dituntut profesional.”Kami kini tengah berupaya untuk mewujudkan sebagai Model Pengelolaan SMP RSBI,”ujarnya.
PERTUKARAN PELAJAR ke CHINA
Dalam upaya mewujudkan salah satu misinya tersebut, maka SMPN 5 Kota Tasikmalaya kini tengah menjalin kerjasama dengan sebuah sekolah lanjutan di Beijing China, yakni melalui program pertukaran pelajar dan guru, serta alternatif kedua ke Singapura atau Australia.
Dalam program pertukaran pelajar dan guru, menurut Dadang, maka sebanyak 30 siswa dan tiga guru RSBI SMPN 5 Kota Tasikmalaya akan segera berkunjung ke Beijing China Kegiatan itu bekerjasama dengan High School of Hainan, yakni salah satu sekolah menengah yang sangat maju di China yang berada di bawah naungan Normal Hainan University. Keberangkatan mereka merupakan kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMPN 5 Tasikmalaya khususnya dan warga Kota Tasikmalaya umumnya.
“Pertukaran pelajar tersebut sebagai tindak lanjut dari perjalanan studi banding para Kepala RSBI mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA/sederajat di Jawa Barat ke China dari tanggal 2 hingga 10 Februari lalu.”ujar Kepala RSBI SMPN 5 Kota Tasikmalaya.
Dadang menambahkan, siswa yang akan dikirim, dalam tahap pertama jumlahnya direncanakan 30 orang ditambah tiga orang guru pembimbing dengan waktu belajar di China selama tiga bulan. Para siswa tersebut berasal dari Kls VII dan VIII, akan dijaring lewat seleksi. “Para siswa yang akan dikirim ke China, selain pintar juga harus mampu berbahasa Inggris dan bahasa Mandarin, agar tidak canggung ketika berada di China,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, lanjut Dadang, pihaknya akan mempersiapkan segala sesuatunya, seperti sosialisasi kepada para siswa dan orangtua wali karena menyangkut ijin dan biaya yang harus disiapkan terutama untuk biaya transportasi.
“Sementara biaya pendidikan akomodasinya ditanggung oleh Pemerintah China. Kami pun berharap ada bantuan dari pihak pemerintah karena para siswa yang dikirim merupakan duta untuk mempromosikan budaya, seni dan bahasa kita sesuai dengan yang tercantum dalam kesepakatan,” katanya.
Drs. H. Dadang AP, MM merupakan satu-satunya Kepala SMP Kota Tasikmalaya yang mengikuti studi banding ke China. Kegiatan tersebut merupakan salah satu implementasi dari kesepakatan peningkatan kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan Dinas Pendidikan Hainan China.”Alternatif kedua, kami akan melakukan kerjasama dengan Konsultan Mitra Indonesia untuk pertukaran pelajar dan guru ke Singapura atau Australia,”tuturnya.
Dengan adanya pertukaran pelajar, maka diharapkan para siswa dan guru pembimbing dapat menambang ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus wawasan yang luas, terutama dalam kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan.
PRESTASI
Adapun prestasi yang diraih baik siswa maupun guru antara lainJuara Atletik Tk.Nasional, Juara Umum PORSENI TkKota Tasikmalaya, Juara I English Speech and Story Telling Contest tingkat Kota Tasikmalaya, siswa berprestasi tingkat Kota Tasikmalaya, Juara I PASIAD Matematika dengan Beasiswa Rp 124.700.0000, Juara I Pidato Bahasa Arab tingkat Kota Tasikmalaya, Juara II Biantara Bahasa Sunda tingkat Provinsi Jawa Barat, Juara I Futsal tingkat Kota Tasikmalaya, Juara Takwondo Tingkat Provinsi Jawa Barat, dan Juara LCT MIPA tingtkat Kota Tasikmalaya.Sedangkan prestasi yang diraih oleh guru yang mengajar di SMPN 5 Kota Tasikmalaya antara lain; Juara I GURPRES tahun 2005 ( Ayeh Rusmana), Juara II Lomba KTI tingkat nasional tahun 2007 ( Ai Tin ), Juara Umum guru dan Kepsek Favorit dengan Rewaward Study Banding ke Malaysia, Singapore dan Thalaind tahun 2007 yakni Atang Suryana dan Drs.H.Dadang AP MM, Juara II GURPRES tingkat Kota Tasikmalaya tahun 2008 oleh Toni S, Juara II GURPRES tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2009 oleh Ai Tin, Peringat I Guru Fisika RSBI tahun 2009 dengan Reward Diklat di Australia oleh Irma, Peringat 5 Guru Matematika RSBI tahun 2009 dengan Diklat ke Malaysia oleh Kurniati S, dan Finalis Lomba Kreasi & Inovasi Media Pembelajaran tingkat tahun 2009 oleh Ai Tin S. (REDI MULYADI)***

SDN 2 Cibunigeulis Tidak Memiliki Lapangan Olahraga

Tasikmalaya, LINTAS PENA

Karena keterbatasan lahan, maka tak mengherankan bila sejak dulu SDN 2 Cibunigeulis yang berada di lingkungan UPTD Pendidikan Bungursari Kota Tasikmalaya tidak memiliki lapangan untuk kegiatan praktek mata pelajaran penjas (pendidikan jasmani) atau olahraga.

“Jangankan untuk kegiatan olahraga, sekedar untuk upacara bendera pada hari Senin saja kesulitan, karena sekolah kami tidak memiliki lahan yang luas atau lapangan.”ungkap Hj.Lena Hindane, Kepala SDN 2 Cibunigeulis kepada LINTAS PENA beberapa waktu lalu.

Kalau tidak memiliki lapangan olahraga, lantas bagaimana untuk melakukan praktek kegiatan mata pelajaran penjas ? Drs Ace Haeruman yang menjadi guru olahraga di SDN 2 Cibunigeulis pun berinisiatif, misalnya, memanfaatkan lapangan olahraga milik warga Kampung Leuwimalang yang merupakan kampung tetangga dan jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi sekolah.

“Ya, mau bagaimana lagi?! Kami minta izin kepada warga, terutama pemilik lahan yang digunakan untuk kegiatan olahraga anak-anak, meski harus berjalan kaki setiap kali hendak praktek olahraga seperti senam, sepakbola, futsal, voli bal dan lainnya,”ungkap Ace Haeruman.

Walaupun tidak memiliki lapangan olahraga, lanjut Ace Haeruman, ternyata prestasi olahraga anak-anak SDN 2 Cibunigeulis cukup dominant. Buktinya, setiap kali ada pertandingan olahraga seperti O2SN, beberapa cabang olahraga dari sekolah dasar ini selalu meraih juara.
“Apalagi kalau ada lapangan luas, minimal halaman sekolah yang memadai untuk olahraga, maka prestasi anak-anak di bidang olahraga akan jauh lebih meningkat.”tuturnya.( REDI MULYADI )***

Guru Harus Bergelar Sarjana Mulai Tahun 2014

Tasikmalaya, LINTAS PENA

Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) para guru dituntut untuk lulus sertifikasi hingga memperoleh gelar sarjana. Ketentuan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 15/ 2009 tentang Pendidikan Guru dan UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen.

“Dalam aturan ini disebutkan bahwa seluruh guru yang telah bertugas, belum, dan mau bertugas harus bersertifikasi S1 atau Diploma IV,” ungkap Dr. H. Dedi Hermawan, M.Pd Dekan Fakultas FKIP Universitas Siliwangi sekaligus menjabat sebagai Komite SMP Negeri 1 Tasikmalaya.

Dedi Hermawan mengatakan, bahwa saat ini masih ada 7.000 guru TK-SMA negeri dan swasta yang masih belum berijazah S1 se-Priangan Timur. Untuk itu kepada para kepala sekolah diharapkan supaya membantu untuk mendorong guru-guru dalam penanggulangan sertifikasi dan kepada yang mampu disarankan supaya kuliah dengan biaya sendiri.

“Karena jika para guru hanya menanti bantuan dari pemerintah, hal itu masih belum jelas bisa kebagian atau tidak, karena masih harus antre. Maka, akan lebih baik meneruskan kuliah dengan biaya sendiri yang lebih jelas.”ujarnya

Menurutnya, mulai tahun ini ada kebijakan baru untuk para guru yang ingin menuntaskan pendidikan S1. Misalnya, bila guru itu adalah lulus D2, maka dia tidak harus kuliah lagi selama dua tahun. Karena perguruan tinggi akan membuat kebijakan portopolio, yaitu dengan melihat masa kerja guru, prestasi guru dan lainnya. Yang mana hal itu juga bisa digunakan peguruan tinggi untuk menentukan lama pendeknya kuliah. “Sebenarnya aturan yang baru ini lebih mudah,” jelasnya.

Dr. H. Dedi Hermawan, M.Pd selanjutnya menjelaskan, untuk peningkatan mutu pendidikan khususnya di Tasikmalaya, maka harus diutamakan budaya membaca dan memahami bahasa asing. Karena untuk mendorong pendidikan yang lebih baik dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tentunya dengan membaca dan paham bahasa akan lebih terealisasikan, ujarnya mantan Kepala Kadisdik Ciamis ini menutup pembicaraannya dengan Lintas Pena. (TATANG)***

SDN 3 Nagarasari Butuhkan Ruang Perpustakaan

Tasikmalaya, LINTAS PENA

SDN Nagarasari 3 yang berada di lingkungan UPTD Pendidikan Cipedes Kota Tasikmalaya memang patut mendapat acungan jempol. Pasalnya, setiap kali menerima bantuan rehab bangunan sekolah, ternyata selalu tepat waktu dan sesuai dengan RAB. Bahkan berhasil membangun gedung dua lantai yang digunakan untuk ruang guru yang merupakan hasil swadaya murni masyarakat. Bahkan ruang itu, untuk sementara digunakan ruang perpustakaan.

“Bangunan dua lantai ini murni hasil swadaya masyarakat. Karena dana yang kami gunakan untuk membangunnya merupakan bantuan orangtua siswa dan siswa sendiri yang mengumpulkan uang Rp.200/siswa/hari pada saat itu,”ujar Agus Mulyana, Kepala SDN 3 Nagarasari.

Agus menjelaskan, bahwa lantai dasar digunakan untuk perpustakaan, ruang komputer, kantin dan ruang tamu. Sedangkan lantai dua digunakan untuk ruang guru dan kepala sekolah.

“Karena tidak memiliki ruang perpustakaan, untuk sementara menggunakan ruangan ini, meski terkesan tidak tertata rapi, masih bersatu dengan ruang komputer dan ruang tamu. Padahal, banyak koleksi buku perpustakaan yang tidak dipajangkan, karena ruangannya terbatas,”ujarnya.

Dengan kata lain, lanjut Agus Mulyana, saat ini SDN 3 Nagarasari membutuhkan ruang perpustakaan dan ruang belajar komputer refresentatif. “Sejak beberapa tahun ke belakang, siswa kelas 3 sampai kelas 6 sudah belajar komputer, sehingga dibutuhkan ruangan khusus,”

Sebenarnya, pihak sekolah dan komite sekolah sudah mengajukan proposal pengajuan bantuan dana untuk ruang kelas baru (RKB) kepada pemerintah melalui Disdik Kota Tasikmalaya.”Semoga saja pada yahun 2010 ini, sekolah kami kembali menerima bantuan DAK untuk membangun RKB, khusus untuk ruang kelas, ruang perpustakaan dan raung komputer,”ungkap Kepala SDN 3 Nagarasari. (REDI MULYADI/ENDANG SUTRISNO)***

SMPN 1 Sukaratu Butuhkan Ruang Laboratorium Bahasa

Kab.Tasikmalaya, LINTAS PENA

Selama ini, keberadaan SMPN 1 Sukaratu di Kabupaten Tasikmalaya cukup dibutuhkan masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Sukaratu dan sekitarnya. Karena itu tak mengherankan, bila animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah lanjut pertama ini cukup besar.

Betapa tidak! Buktinya, peserta didik SMPN 1 Sukaratu untuk tahun ajaran 2009/2010 ini saja jumlahnya mencapai 672 siswa menempati 18 ruang kelas, yang dibimbing oleh 43 orang guru. Pada saat ini, kepala sekolahnya dijabat oleh Drs.Toha yang berusaha untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.

Dalam upaya mewujudkan kualitan pendidikan di sekolah yang dipimpinnya, menurut Toha, memang perlu didukung oleh berbagai bidang termasuk sarana prasarana atau fasilitas yang dimiliki, di samping staf pengajarnya. “Kami tengah berusaha untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan, dengan harapan bahwa peserta didik lulusan dari SMPN 1 Sukaratu lebih menonjol, misalnya banyak yang diterima di SMA/SMK negeri.”ujarnya.

Kalau bicara sarana prasarana, diakui Toha, memang belum bisa dikatakan memadai. Karena masih membutuhkan beberapa ruang kelas baru dan ruang kelas pun ada yang perlu perlu diperbaiki, termasuk untuk ruang laboratorium bahasa. “Kami memang membutuhkan satu ruangan untuk laboratorium bahasa,”ungkap Drs.Toha saat ditemui LINTAS PENA.

Namun, kendala yang dihadapi pihak SMPN 1 Sukaratu karena tidak adanya lahan untuk perluasan bangunan.” Kalau lahan untuk membangun ruang laboratorium, sebenarnya ada lahan seluas 40 bata milik warga di sebelah timur sekolah, yang harus dibeli dengan harga Rp.2 juta/bata.”jelasnya.

Dengan demikian, Toha berharap kepada pemerintah cq Disdik Kabupaten Tasikmalaya dapat mengucurkan bantuan dana melalui program DAK atau role sharing tahun 2010, baik untuk pembelian lahan milik warga seluas 40 bata berikut pembangunan beberapa ruang kelas dan ruang laboratorium bahasa.(REDI MULYADI)***

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.